• KEISLAMAN

Anak Muda Mudah Cemas, Solusi Islam Hadapi Tekanan Digital

Yahya Sukamdani | Selasa, 07/07/2026
Anak Muda Mudah Cemas, Solusi Islam Hadapi Tekanan Digital Ilustrasi foto wanita dan sosial media

Terasmuslim.com - Fenomena kecemasan atau anxiety kini menjadi momok yang paling sering melanda generasi muda di era kepungan teknologi.

Riuhnya panggung media sosial secara tidak sadar memicu tekanan sosial berupa standar hidup yang tidak realistis.

Anak muda hari ini terus-menerus membandingkan kehidupan nyatanya dengan pameran kesuksesan semu di lini masa orang lain.

Akibatnya, muncul rasa takut tertinggal yang akut atau fear of missing out (FOMO) yang menggerogoti ketenangan jiwa.

Namun, psikologi Islam memandang bahwa akar dari segala kecemasan ini sering kali bermuara pada rapuhnya fondasi spiritual.

Allah SWT telah memberikan resep obat hati yang paling mujarab untuk mengatasi kegelisahan dalam Al-Qur`an Surah Ar-Ra`d ayat 28.

"(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah; Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah hati menjadi tenteram." (QS. Ar-Ra`d: 28).

Ayat ini menegaskan bahwa ketenangan hakiki tidak akan pernah bisa ditemukan dalam validasi ataupun pujian dari dunia maya.

Ketika gawai lebih sering disentuh daripada lembaran mushaf Al-Qur`an, wajar jika jiwa menjadi kering dan mudah rapuh.

Rasulullah SAW juga mengajarkan umatnya untuk selalu bersyukur dan melihat ke bawah dalam urusan duniawi demi menjaga kesehatan mental.

Dalam sebuah hadist riwayat Muslim, beliau bersabda agar kita melihat orang yang di bawah kita dan jangan melihat orang yang di atas kita, karena hal itu lebih layak membuat kita tidak mengkufuri nikmat Allah.

Menjaga kualitas shalat lima waktu dan merutinkan zikir pagi petang adalah benteng terbaik dari gempuran kecemasan digital.

Dunia digital memang menawarkan banyak kemudahan, tetapi ia tidak memiliki kemampuan untuk memberi kedamaian pada hati yang kosong.

Pemuda Muslim harus mulai membatasi waktu layar (screen time) dan memperbanyak waktu bersujud serta bermunajat kepada-Nya.

Menyerahkan segala hasil usaha dan masa depan kepada takdir Allah (tawakal) akan mengikis rasa cemas yang berlebihan.

Mari kembalikan gawai sebagai alat penunjang kehidupan, dan kembalikan hati kita sepenuhnya ke dalam dekapan kasih sayang Allah SWT.