Ilustrasi teman mengajak ke masjid
Terasmuslim.com - Generasi Z hari ini tumbuh di tengah riuhnya panggung media sosial yang menawarkan jutaan figur idola fana.
Layar gawai yang menyala 24 jam sehari perlahan menggeser posisi orang tua dan guru sebagai kompas moral utama.
Ironisnya, banyak sosok yang viral di dunia maya justru menampilkan gaya hidup yang jauh dari nilai-nilai ketakwaan.
Anak muda kita kini terjebak dalam krisis keteladanan akut akibat minimnya figur nyata yang layak dicontoh.
Fenomena ini sejatinya telah digambarkan dalam Al-Qur`an Surah Al-Furqan ayat 27 tentang penyesalan mereka yang salah memilih teman dekat.
"Dan (ingatlah) pada hari (ketika) orang-orang zalim menggigit kedua tangannya, seraya berkata, `Wahai, sekiranya (dahulu) aku mengambil jalan bersama rasul`." (QS. Al-Furqan: 27).
Ayat tersebut menjadi peringatan bagi Gen Z bahwa salah memilih idola bisa berujung pada kerugian yang abadi.
Rasulullah SAW juga mengingatkan dampak besar dari lingkungan sosial dalam sebuah hadis riwayat Abu Dawud.
Beliau bersabda bahwa seseorang itu akan mengikuti agama atau gaya hidup teman dekatnya, maka perhatikanlah siapa yang dijadikan teman.
Ketika algoritma internet terus menyuapi pemuda dengan standar kesuksesan yang semu, di situlah iman mereka diuji.
Generasi muda Muslim perlu disadarkan kembali bahwa popularitas digital tidak selalu berbanding lurus dengan kemuliaan akhlak.
Tugas besar kita semua adalah menghadirkan kembali narasi kepahlawanan para sahabat nabi dan ulama ke dalam konten modern.
Figur seperti Mush`ab bin Umair atau pahlawan Muslim lainnya harus dikemas menarik agar relevan dengan jiwa muda.
Gen Z butuh melihat bahwa sukses sejati bukanlah tentang jumlah pengikut, melainkan kebermanfaatan bagi sesama.
Hanya dengan mengembalikan kiblat keteladanan kepada Nabi Muhammad SAW, krisis moral generasi ini dapat teratasi.
Mari bantu anak muda kita memilah tontonan agar tidak menjadi korban tuntunan yang menyesatkan di akhir zaman.