• KEISLAMAN

Tauhid Hakiki Allah Tidak Beranak Dan Diperanakkan

Yahya Sukamdani | Senin, 29/06/2026
Tauhid Hakiki Allah Tidak Beranak Dan Diperanakkan Ilustrasi lafadz Allah SWT

Terasmuslim.com - Konsep ketuhanan dalam Islam berdiri tegak di atas pondasi tauhid yang sangat murni dan mutlak.

Umat Islam meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah SWT adalah Dzat yang Maha Esa dan tidak membutuhkan sekutu.

Prinsip utama ini menegaskan bahwa Sang Pencipta sama sekali tidak memiliki anak dan tidak dilahirkan oleh siapa pun.

Allah SWT telah berfirman dengan sangat tegas mengenai hakikat kesucian-Nya ini dalam kitab suci.

"Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan." (QS. Al-Ikhlas: 3).

Surah yang agung ini menjadi pembatas yang sangat jelas antara akidah Islam dan keyakinan lainnya di dunia.

Ketiadaan hubungan keturunan ini menunjukkan kesempurnaan Allah yang tidak serupa dengan makhluk-Nya.

Rasulullah SAW juga menyampaikan bagaimana Allah SWT memuji diri-Nya sendiri atas kemurnian sifat-Nya yang Esa.

Dalam sebuah hadits qudsi yang sangat masyhur, Allah SWT berfirman mengenai celaan manusia terhadap diri-Nya.

"Ibnu Adam telah mendustakan-Ku padahal ia tidak berhak... dan ia mencela-Ku padahal ia tidak berhak... adapun celaannya adalah perkataannya bahwa Aku punya anak, padahal Aku adalah Yang Maha Esa." (HR. Bukhari).

Hadits ini menjadi peringatan keras bagi siapa saja yang menyematkan sifat kemakhlukan kepada Sang Khaliq.

Sebagai penguasa alam semesta, Allah SWT Maha Kaya dan sama sekali tidak membutuhkan penerus atau keturunan.

Segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi adalah hamba yang tunduk pada garis ketentuan-Nya.

Memahami konsep ini dengan benar akan menyelamatkan seorang Muslim dari bahaya kesyirikan yang fatal.

Mari kita jaga kemurnian iman dan akidah ini agar tidak tergerus oleh pemikiran yang menyesatkan.

Semoga Allah SWT senantiasa menetapkan hati kita di atas jalan tauhid yang lurus hingga akhir hayat.