Ilustrasi orang berdoa karena taubat (Foto: Istockphoto)
Terasmuslim.com - Banyak manusia sering kali menunda keinginan untuk memperbaiki diri karena merasa belum siap atau belum mendapatkan hidayah yang mantap.
Padahal, hakikat taubat sejati tidak pernah menunggu kesiapan seseorang, melainkan menuntut keberanian untuk segera berbalik arah ke jalan yang lurus.
Menunda-nunda taubat adalah salah satu tipu daya setan yang paling halus agar manusia terus terbuai dalam kubangan kemaksiatan hingga ajal menjemput.
Allah SWT secara tegas memerintahkan umat manusia untuk bergegas dan berlomba-lomba meraih ampunan-Nya yang maha luas.
Perintah untuk segera kembali kepada-Nya ini diabadikan secara indah dalam Al-Qur`an Surat Ali `Imran ayat 133.
"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa." (QS. Ali `Imran: 133).
Pintu taubat selalu terbuka lebar bagi setiap hamba yang mau melangkahkan kakinya dengan tulus, tanpa memedulikan seberapa besar dosa masa lalunya.
Allah SWT sangat mencintai rintihan hamba-Nya yang bersimpuh mengakui kesalahan daripada kesombongan orang yang merasa dirinya suci.
Rasulullah SAW juga mengingatkan umatnya agar tidak menyepelekan waktu luang yang dimiliki untuk senantiasa memperbanyak istigfar.
Dalam sebuah hadis sahih, Nabi Muhammad SAW memberikan teladan nyata tentang bagaimana beliau bertobat setiap harinya.
"Wahai sekalian manusia, bertaubatlah kepada Allah dan memohonlah ampun kepada-Nya, sesungguhnya aku bertaubat dalam sehari seratus kali." (HR. Muslim).
Kematian adalah rahasia terbesar yang bisa datang secara tiba-tiba tanpa memberikan peringatan atau kompromi waktu kepada siapa pun.
Menunggu kata "siap" untuk berhijrah hanya akan membuat hati seseorang semakin keras dan kian jauh dari pancaran cahaya kebenaran.
Setiap embusan napas yang kita miliki saat ini adalah kesempatan emas sekaligus karunia terakhir yang Allah berikan untuk berbenah.
Jangan biarkan penyesalan yang terlambat menjadi penutup lembaran hidup kita di dunia yang fana ini.
Oleh karena itu, bulatkan tekad sekarang juga, akui segala kekhilafan, dan ketuklah pintu rahmat-Nya dengan untaian doa yang tulus.
Sebab, sejauh apa pun Anda melangkah pergi meninggalkan syariat, Allah selalu menunggu kepulangan Anda dengan penuh kasih sayang.