Ilustrasi foto belajar agama di majelis ilmu dengan guru
Terasmuslim.com - Banyak Muslim bertanya-tanya apakah ada satu kitab fikih khusus yang hukumnya wajib dipelajari oleh setiap individu pengikut Islam.
Secara prinsip dasar syariat, Islam tidak mewajibkan satu nama kitab fikih tertentu untuk dipelajari oleh seluruh umatnya.
Hal yang menjadi kewajiban individual (fardhu `ain) bagi setiap Muslim adalah mempelajari ilmu fikih dasar yang melandasi keabsahan ibadah sehari-hari.
Kewajiban menuntut ilmu agama ini ditegaskan oleh Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Ibnu Majah:
“Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim.” (HR. Ibnu Majah).
Ilmu fikih wajib tersebut mencakup pemahaman dasar tentang syarat dan rukun bersuci (thaharah), shalat, puasa, serta asas muamalah harian.
Allah SWT mengingatkan pentingnya bertanya dan belajar kepada ahli ilmu dalam Surah An-Nahl ayat 43:
“Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui.” (QS. An-Nahl: 43).
Pemilihan kitab fikih yang dipelajari biasanya disesuaikan dengan mazhab yang dominan dan berkembang di wilayah tempat tinggal seseorang.
Di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara, kitab-kitab dasar mazhab Syafi`i seperti Safinatun Najah atau Matan Abu Syuja’ menjadi rujukan utama yang lazim dipelajari.
Sementara itu, di wilayah Afrika Utara masyarakat lebih familiar mempelajari dasar fikih melalui literatur mazhab Maliki.
Perperbedaan kitab rujukan di setiap daerah merupakan hal yang lumrah selama inti ajaran dan hukum ibadahnya berlandaskan dalil yang sahih.
Allah SWT menegaskan bahwa kemudahan dalam beragama adalah prinsip utama syariat sebagaimana firman-Nya dalam Surah Al-Baqarah ayat 185:
“Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 185).
Tujuan utama mempelajari fikih bukanlah menghafal nama kitab atau pandangan ulama semata, melainkan agar ibadah yang dilakukan sesuai dengan syariat Nabi SAW.
Rasulullah SAW bersabda mengenai pentingnya meneladani tata cara ibadah beliau dalam hadis riwayat Bukhari:
“Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat.” (HR. Bukhari).
Oleh karena itu, setiap Muslim hendaknya fokus mempelajari isi kandungan fikih dasar di bawah bimbingan guru atau ulama yang terpercaya.
Keragaman kitab fikih justru menjadi sarana yang memudahkan umat Islam di berbagai belahan dunia untuk belajar agama sesuai tingkatan kemampuannya.