• KEISLAMAN

Matan Abu Syuja Panduan Fikih Dasar Praktis Ibadah

Yahya Sukamdani | Rabu, 19/08/2026
Matan Abu Syuja Panduan Fikih Dasar Praktis Ibadah Ilustrasi foto panduan fikih dasar

Terasmuslim.com - Kitab Matan Abu Syuja’ atau yang dikenal dengan Ghayat wat Taqrib merupakan matan fikih mazhab Syafi`i paling populer karya Al-Qadhi Abu Syuja` Ahmad bin Al-Hasan Al-Isfahani.

Penyusunan kitab ini bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi umat Islam dan para penuntut ilmu dalam mempelajari hukum-hukum agama secara praktis.

Uraian dimulai dengan pembahasan bab bersuci atau thaharah sebagai syarat utama dalam menjalankan ibadah ritual sehari-hari.

Syariat bersuci ini sesuai dengan arahan Allah SWT dalam Surah Al-Ma`idah ayat 6:

“Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu berdiri hendak melaksanakan shalat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku.” (QS. Al-Ma`idah: 6).

Kitab ini memuat syarat, rukun, dan pembatal shalat yang dikemas secara sistematis agar gampang dihafal dan dipahami.

Kewajiban shalat ditegaskan oleh Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim:

“Islam dibangun di atas lima perkara: bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, haji, dan puasa Ramadhan.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Tata cara zakat, puasa, dan haji dijabarkan secara jelas sebagai rukun Islam yang wajib ditunaikan setiap Muslim.

Perintah menunaikan zakat secara rinci merujuk pada firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 110:

“Dan tegakkanlah shalat dan tunaikanlah zakat.” (QS. Al-Baqarah: 110).

Anjuran menjalankan puasa Ramadhan sebagai sarana pembentukan ketakwaan juga menjadi pembahasan penting dalam matan ini.

Nabi Muhammad SAW bersabda mengenai keutamaan puasa Ramadhan dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim:

“Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Sektor muamalah, jual beli, dan hukum waris dijelaskan dengan bahasa yang ringkas agar terhindar dari transaksi yang haram.

Hukum pernikahan (munakahat) hingga tata cara peradilan dalam Islam disajikan secara lugas namun menyeluruh.

Keunggulan utama Matan Abu Syuja’ terletak pada pembagian poin hukum yang sangat tertata sehingga memudahkan penghafalan.

Banyak ulama besar melahirkan kitab-kitab syarah (penjelasan) populer yang bersumber dari matan ringkas ini, seperti Fathul Qarib dan Kifayatul Akhyar.

Hingga kini, kitab ini terus menjadi pilar utama kurikulum pendidikan fikih tingkat dasar di pesantren dan lembaga pendidikan Islam di seluruh dunia.