• KEISLAMAN

Mengelola Sedih dan Marah Sesuai Tuntunan Syariat

Yahya Sukamdani | Jum'at, 26/06/2026
Mengelola Sedih dan Marah Sesuai Tuntunan Syariat Ilustrasi foto marah dan sedih

Terasmuslim.com - Kesedihan dan kemarahan adalah dua emosi manusiawi yang pasti pernah dirasakan oleh setiap insan.

Namun, jika kedua perasaan ini dibiarkan meluap tanpa kendali, mereka dapat merusak kesehatan fisik maupun spiritual seseorang.

Islam sebagai agama yang sempurna telah memberikan panduan komprehensif untuk mengelola dinamika emosi tersebut.

Rasa sedih yang mendalam seringkali membuat seseorang merasa putus asa dan kehilangan semangat hidup.

Padahal, Allah SWT telah mengingatkan hamba-Nya untuk tidak larut dalam kesedihan yang melemahkan iman.

"Dan janganlah kamu merasa lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang yang beriman." (QS. Ali `Imran: 139)

Sementara itu, amarah yang tidak terkontrol bagaikan api yang siap membakar amal kebaikan manusia.

Rasulullah SAW berulang kali mengingatkan umatnya agar mampu menahan diri ketika emosi sedang memuncak.

Dalam sebuah hadits shahih, seorang sahabat meminta nasihat, lalu Nabi SAW bersabda, "Janganlah engkau marah," yang beliau ulangi berkali-kali (HR. Bukhari).

Menahan marah bukanlah tanda kelemahan, melainkan sebuah bukti kekuatan jiwa yang hakiki.

Nabi SAW menegaskan bahwa orang yang kuat adalah mereka yang mampu mengendalikan dirinya saat berada dalam amukan amarah (HR. Bukhari dan Muslim).

Ketika sedih melanda, obat terbaik adalah dengan memperbanyak zikir dan mengingat kebesaran Allah SWT.

Hanya dengan mengingat Allah, gejolak di dalam dada akan berubah menjadi ketenangan yang menenteramkan.

Oleh karena itu, setiap Muslim dianjurkan untuk segera berwudhu atau mengubah posisi tubuh saat emosi mulai membakar jiwa.

Semoga kita senantiasa dipandu oleh hidayah-Nya agar mampu mengubah kesedihan dan kemarahan menjadi ladang pahala.