Ilustrasi viral di konten medsos
Terasmuslim.com - Fenomena Fear of Missing Out atau FOMO kini marak terjadi di tengah pesatnya perkembangan media sosial.
Sikap mudah terbawa arus dan latah mengikuti segala hal yang viral dapat mengikis prinsip seorang muslim.
Seorang mukmin sejati dituntut untuk memiliki pegangan hidup yang kokoh dan tidak mudah terombang-ambing oleh zaman.
Islam melarang umatnya menjadi pribadi yang imma`ah, yaitu orang yang hanya mengekor tanpa memiliki pendirian jelas.
Rasulullah SAW memperingatkan sikap ini dalam hadis riwayat Tirmidzi, "Janganlah kalian menjadi orang yang imma`ah (pengekor)."
Dalam hadis tersebut, Nabi SAW meminta kita meneguhkan diri untuk tetap berbuat baik meski orang lain berbuat buruk.
Setiap informasi dan tren yang beredar di media sosial wajib disaring menggunakan kacamata syariat sebelum diikuti.
Allah Ta`ala mengingatkan larangan mengikuti sesuatu tanpa dasar ilmu dalam Surah Al-Isra` ayat 36.
Firman-Nya menegaskan, "Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui, karena pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semua itu akan dimintai pertanggungjawabannya."
Prinsip kehati-hatian ini menjadi benteng utama agar seorang muslim tidak terjerumus ke dalam kebiasaan yang unfaedah.
Menjaga identitas keislaman di tengah maraknya tren digital merupakan bentuk jihad dalam mempertahankan akidah.
Seorang muslim yang cerdas akan memanfaatkan media sosial untuk menyebar kebaikan, bukan sekadar mengejar popularitas semu.
Allah SWT menegaskan kedudukan mukmin yang berpegang teguh pada prinsip kebenaran dalam Surah Fussilat ayat 30.
Istiqamah dalam menjalankan nilai-nilai Islam akan mendatangkan ketenangan jiwa serta perlindungan dari para malaikat.
Mari kita jadikan nilai-nilai Al-Qur`an dan Sunnah sebagai standar utama dalam bersikap di dunia nyata maupun digital.