• KEISLAMAN

Sebelum Membenahi Santri, Benahi Dulu Para Pembimbingnya

Yahya Sukamdani | Kamis, 10/09/2026
Sebelum Membenahi Santri, Benahi Dulu Para Pembimbingnya Ilustrasi belajar di pesantren

Terasmuslim.com - Pendidikan di pesantren merupakan fondasi utama dalam mencetak generasi muda yang berakhlak mulia dan berwawasan agamis.

Proses pembentukan karakter para santri tidak pernah lepas dari peran penting serta keteladanan para ustadz dan pembimbing.

Sebelum menuntut santri menjadi pribadi yang saleh, para pembimbing harus lebih dahulu membenahi kualitas diri dan niatnya.

Prinsip utama dalam pengajaran Islam menekankan bahwa seorang pendidik harus menjadi contoh nyata dari ilmu yang diamalkannya.

Allah Ta`ala mengingatkan para pendidik dalam Surah Al-Baqarah ayat 44, "Mengapa kamu menyuruh orang lain mengerjakan kebaikan, sedangkan kamu melupakan dirimu sendiri?"

Peringatan tegas ini menjadi acuan agar pengasuh pesantren senantiasa melakukan evaluasi diri sebelum membina orang lain.

Nabi Muhammad SAW merupakan teladan terbaik yang mengedepankan kelembutan dan akhlak mulia dalam mendidik para sahabatnya.

Dalam sebuah hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah itu Maha Lembut dan menyukai kelembutan dalam segala hal."

Sikap arif dan penuh kasih sayang dari pembimbing akan melahirkan keikhlasan dalam diri santri saat menuntut ilmu.

Ketika pembimbing memiliki kebersihan hati dan kedisiplinan, santri secara otomatis akan meniru perilaku positif tersebut.

Sebaliknya, kedisiplinan yang ditegakkan tanpa keteladanan hanya akan menciptakan kepatuhan semu di lingkungan pesantren.

Maka dari itu, peningkatan kualitas spiritual dan kepribadian para pengasuh harus menjadi prioritas utama lembaga pendidikan Islam.

Allah SWT menegaskan kedudukan para pendidik yang berilmu dan beriman dalam Surah Al-Mujadilah ayat 11 melalui derajat yang tinggi.

Mari tingkatkan kompetensi dan integritas pembimbing agar lahir santri yang unggul secara intelektual maupun moral.

Keberkahan suatu pesantren akan terpancar kuat ketika para pembimbingnya senantiasa berjalan di atas koridor syariat.