Ilustrasi shalat berjamaah di masjid
Terasmuslim.com - Shalat merupakan tiang agama sekaligus amalan pertama yang akan dihisab pada hari kiamat kelak.
Banyak manusia sering melalaikan kewajiban ini karena terbuai oleh kesibukan dan kenikmatan duniawi yang fana.
Ungkapan "shalatlah sebelum dishalatkan" menjadi pengingat yang sangat kuat akan datangnya kematian yang tidak bisa ditunda.
Allah Ta`ala mengingatkan hamba-Nya untuk senantiasa mendirikan ibadah ini melalui firman-Nya dalam Surah Al-Baqarah ayat 43.
Ayat tersebut menegaskan, "Dan laksanakanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah bersama orang-orang yang rukuk."
Setiap jiwa dipastikan akan merasakan kematian tanpa mengetahui kapan dan di mana ajal itu akan menjemputnya.
Rasulullah SAW mengingatkan pentingnya menjaga shalat wajib sebagai pembeda utama antara seorang muslim dengan kekufuran.
Dalam sebuah hadis shahih riwayat Imam Muslim, Nabi SAW bersabda, "Batasan antara seseorang dengan kekafiran dan kesyirikan adalah meninggalkan shalat."
Meninggalkan shalat dengan sengaja merupakan dosa besar yang dapat mengancam keselamatan akidah seorang hamba.
Ketika kematian telah datang, kesempatan untuk beramal dan memperbaiki diri akan terputus secara total.
Pada momen tersebut, tubuh hanya bisa terbujur kaku untuk dishalatkan oleh orang lain sebagai jenazah.
Allah SWT mengingatkan kepastian datangnya ajal dalam Surah An-Nisa ayat 78, bahwa kematian akan mengejar di mana pun kita berada.
Oleh karena itu, menyegerakan tobat dan memperbaiki kualitas shalat lima waktu adalah langkah terbaik yang harus diambil saat ini.
Jangan biarkan shalat terakhir kita di dunia adalah shalat jenazah tempat kita menjadi objek yang dishalatkan.
Semoga Allah Ta`ala senantiasa memberi kita hidayah dan istiqamah dalam menjaga shalat hingga akhir hayat.