Ilustrasi: Media Sosial. Foto: Reuters
Terasmuslim.com - Dalam keriuhan arus informasi saat ini, menjaga jempol dan lisan adalah bentuk takwa yang sering kali terabaikan oleh pengguna media sosial.
Islam mengajarkan bahwa setiap informasi yang sampai kepada kita tidak serta-merta harus disebarkan, meskipun berita tersebut mengandung kebenaran.
Menyebarkan setiap hal yang didengar tanpa penyaringan dapat menjerumuskan seseorang ke dalam jurang kedustaan yang nyata.
Rasulullah SAW bersabda, "Cukuplah seseorang dikatakan pendusta apabila ia menceritakan semua yang ia dengar" (HR. Muslim).
Apalagi jika berita tersebut adalah berita buruk atau aib sesama Muslim, maka menahannya adalah sebuah kewajiban yang mendatangkan pahala.
Allah SWT berfirman dalam Surat An-Nur ayat 19 bahwa orang yang ingin agar perbuatan keji tersiar di kalangan orang beriman akan mendapat azab pedih.
Menyebarkan berita baik pun perlu kehati-hatian, terutama jika berpotensi menimbulkan penyakit `ain atau rasa iri dengki pada orang lain.
Nabi Muhammad SAW berpesan agar kita membantu kesuksesan hajat kita dengan cara menyembunyikannya, karena setiap pemilik nikmat pasti ada yang mendengki.
Prinsip utama dalam berkomunikasi bagi seorang Muslim adalah berkata yang baik atau lebih baik memilih diam jika tidak ada kemaslahatan.
Rasulullah SAW menegaskan, "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau diam" (HR. Bukhari).
Terkadang, diamnya kita terhadap sebuah informasi adalah bentuk perlindungan terhadap kehormatan saudara kita yang harus dijunjung tinggi.
Al-Qur`an mengingatkan dalam Surat Al-Hujurat ayat 6 agar kita selalu melakukan tabayyun atau verifikasi sebelum mempercayai dan menyebarkan berita.
Menyebarkan berita buruk tanpa urgensi syar`i hanya akan memperkeruh suasana dan merusak ukhuwah Islamiyah yang telah lama terbangun.
Dunia digital membutuhkan pribadi yang mampu menjadi penyaring informasi, bukan sekadar menjadi corong yang menyebarkan segala hal tanpa arah.
Dengan menjaga lisan dan jempol, kita tidak hanya menyelamatkan kehormatan orang lain tetapi juga menjaga keselamatan diri di akhirat kelak.