• KEISLAMAN

Cara Menjaga Lisan di Grup WhatsApp Sesuai Syariat

Yahya Sukamdani | Sabtu, 13/06/2026
Cara Menjaga Lisan di Grup WhatsApp Sesuai Syariat Ilustrasi foto wanita dan sosial media

Terasmuslim.com - Kehadiran grup WhatsApp dan komunitas online kini telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari interaksi sosial kaum Muslimin.

Namun, ruang digital yang tanpa batas ini sering kali menjadi jebakan bagi runtuhnya adab dan kesucian lisan seorang hamba.

Islam mengajarkan bahwa setiap patah kata yang diketik oleh jemari kita memiliki konsekuensi hukum yang sama dengan ucapan lisan.

Allah SWT telah memberikan peringatan yang sangat tegas mengenai pengawasan malaikat terhadap setiap ucapan manusia dalam Al-Qur`an Surat Qaf ayat 18.

"Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat)." (QS. Qaf: 18).

Ayat suci ini menjadi pengingat bahwa ruang obrolan yang tersembunyi sekalipun tidak pernah luput dari catatan amal bertinta emas atau hitam.

Banyak orang yang dengan mudah meneruskan berita tanpa tabayun, menyebarkan ghibah, hingga memicu perdebatan sengit di dalam grup.

Padahal, keselamatan seorang Muslim di dunia dan akhirat sangat ditentukan oleh kemampuannya dalam mengendalikan tutur katanya.

Rasulullah SAW memberikan jaminan yang luar biasa bagi siapa saja yang mampu menjaga dua pusaka penting di dalam dirinya.

Sebagaimana hadist riwayat Bukhari: "Barangsiapa yang menjamin untukku apa yang berada di antara dua rahangnya (lisan) dan di antara dua pahanya (kemaluan), maka aku akan menjamin baginya surga."

Oleh karena itu, sebelum menekan tombol kirim, pikirkanlah matang-matang apakah pesan tersebut membawa manfaat atau justru mudarat.

Jika sebuah diskusi di dalam komunitas online sudah mengarah pada caci maki dan adu domba, lebih baik kita memilih untuk diam.

Gunakanlah jemari kita untuk menyebarkan ilmu yang bermanfaat, nasihat kebaikan, serta mempererat tali ukhuwah Islamiyah antarsesama anggota.

Jangan sampai gawai yang kita miliki justru menjadi ladang dosa jariyah yang terus mengalir karena ketukan jemari yang tidak terkontrol.

Semoga Allah SWT senantiasa membimbing hati dan jemari kita agar selalu menebar kedamaian di dunia nyata maupun alam digital.