• KEISLAMAN

Meninggalnya Rasulullah SAW: Musibah Terbesar Bagi Umat Islam

Yahya Sukamdani | Kamis, 10/09/2026
Meninggalnya Rasulullah SAW: Musibah Terbesar Bagi Umat Islam Ilustrasi lafadz Nabi Muhammad SAW (Foto: Pexels/Necati Ömer Karpuzoğlu)

Terasmuslim.com - Wafatnya Rasulullah SAW merupakan musibah terbesar dan paling berat yang pernah dialami oleh seluruh umat Islam.

Kepergian beliau menandai berakhirnya wahyu Ilahi yang turun dari langit untuk menuntun kehidupan manusia di bumi.

Duka mendalam melingkupi kota Madinah ketika sosok penyebar rahmat bagi semesta alam tersebut dipanggil oleh Allah Ta`ala.

Allah SWT telah mengingatkan kepastian wafatnya Nabi Muhammad SAW melalui firman-Nya dalam Surah Ali `Imran ayat 144.

Ayat tersebut menegaskan, "Dan Muhammad hanyalah seorang rasul; sungguh telah berlalu sebelum dia beberapa rasul."

Rasulullah SAW sendiri mengingatkan umatnya agar menjadikan wafat beliau sebagai penawar saat tertimpa musibah lainnya.

Dalam sebuah hadis riwayat Imam Ibn Majah, Nabi SAW bersabda, "Wahai manusia, siapa saja di antara kalian yang tertimpa musibah, hendaklah ia menghibur dirinya dengan musibah yang menimpaku."

Pesan tersebut menegaskan bahwa tidak ada ujian hidup yang lebih berat dibandingkan kehilangan sosok Nabi utusan Allah.

Para sahabat Nabi merasakan guncangan jiwa yang amat dahsyat ketika mendengar berita wafatnya beliau di Madinah.

Anas bin Malik RA menggambarkan bahwa hari ketika Rasulullah SAW wafat adalah hari paling gelap dalam sejarah Madinah.

Meskipun jasad beliau telah tiada, ajaran dan sunnah mulia yang ditinggalkan akan tetap hidup sepanjang zaman.

Mencintai Rasulullah SAW berarti terus menghidupkan ajaran serta meneruskan perjuangan dakwah beliau dalam kehidupan sehari-hari.

Allah Ta`ala mengingatkan dalam Surah Al-Ahzab ayat 21 bahwa pada diri Rasulullah terdapat suri teladan yang baik.

Menghadapi setiap ujian hidup dengan sabar dan ikhlas adalah bentuk meneladani keteguhan hati sang Nabi.

Semoga Allah Ta`ala mengumpulkan kita semua bersama Rasulullah SAW di dalam surga-Nya kelak di akhirat.