• KEISLAMAN

Korupsi dalam Perspektif Ideologi Pancasila dan Al-Quran

Yahya Sukamdani | Rabu, 03/06/2026
Korupsi dalam Perspektif Ideologi Pancasila dan Al-Quran Ilustrasi tindak pidana korupsi (Foto: Unsplash/Nohe Pereira)

Terasmuslim.com - Korupsi merupakan kejahatan luar biasa yang tidak hanya merugikan negara, tetapi juga menghancurkan sendi-sendi moral bangsa.

Media Islami memandang praktik kecurangan ini sebagai bentuk pengkhianatan nyata terhadap amanat konstitusi dan syariat agama.

Jika dibedah, tindakan korupsi sangat bertentangan dengan kelima sila yang terkandung di dalam falsafah hidup Pancasila.

Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, jelas menolak korupsi karena setiap agama mengutuk tindakan mengambil hak orang lain.

Dalam pandangan Islam, korupsi dikategorikan sebagai perbuatan bathil dan memakan harta sesama manusia dengan cara yang zalim.

Allah SWT secara tegas melarang hamba-Nya untuk saling memakan harta dengan jalan yang tidak dibenarkan oleh syariat.

"Dan janganlah kamu makan harta di antara kamu dengan jalan yang bathil, dan (janganlah) kamu menyuap dengan harta itu kepada para hakim..." (QS. Al-Baqarah: 188)

Korupsi juga merampas hak-hak sosial masyarakat, yang berarti telah mencederai prinsip kemanusiaan yang adil dan beradab.

Kesenjangan sosial yang melebar akibat perilaku koruptif berpotensi memicu kecemburuan dan meretakkan persatuan bangsa kita.

Rasulullah SAW memberikan peringatan yang sangat keras kepada siapa saja yang terlibat dalam praktik suap-menyuap atau risywah.

Dalam sebuah hadis, beliau melaknat para pelaku yang memberi suap maupun mereka yang menerima aliran dana haram tersebut.

"Rasulullah SAW melaknat orang yang menyuap dan orang yang menerima suap." (HR. Abu Dawud)

Harta hasil korupsi tidak akan pernah membawa keberkahan, melainkan menjadi sumber bencana bagi diri pelaku dan keluarganya.

Oleh karena itu, penguatan nilai Pancasila yang terintegrasi dengan ketakwaan spiritual menjadi kunci utama memberantas korupsi.

Mari kita tanamkan budaya jujur dan amanah demi mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia yang berkah.

Semoga Allah SWT senantiasa menjaga para pemimpin dan bangsa kita dari kehancuran akibat keserakahan nafsu korupsi.