• KEISLAMAN

Begini Kehidupan Ruh di Alam Kubur Menurut Al-Qur`an dan Hadis

Vaza Diva Fadhillah Akbar | Sabtu, 18/07/2026
Begini Kehidupan Ruh di Alam Kubur Menurut Al-Qur`an dan Hadis Ilustrasi - Kitab Suci Al-Qur`an (Foto: Pexels/Abdulmeilk Aldawsari)

Jakarta, Terasmuslim.com - Kematian bukanlah akhir dari perjalanan manusia.

Dalam ajaran Islam, setelah seseorang meninggal dunia, ia akan memasuki alam barzakh atau alam kubur sebagai tempat persinggahan hingga datangnya Hari Kiamat.

Pada fase ini, ruh tetap hidup sesuai dengan kehendak Allah SWT dan merasakan nikmat maupun azab berdasarkan amal perbuatannya selama di dunia.

Meski kehidupan di alam kubur termasuk perkara gaib yang tidak dapat dijangkau oleh akal manusia, Al-Qur`an dan hadis memberikan gambaran mengenai keadaan ruh setelah kematian.

Para ulama pun menjelaskan bahwa kehidupan tersebut berbeda dengan kehidupan manusia di dunia.

Allah SWT menyebut adanya alam barzakh sebagai pembatas antara kehidupan dunia dan kehidupan setelah kematian.

وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ

Artinya: "Dan di hadapan mereka ada barzakh sampai pada hari mereka dibangkitkan." (QS. Al-Mu`minun: 100).

Menurut para mufasir, barzakh adalah alam yang dihuni oleh ruh setelah kematian hingga manusia dibangkitkan pada Hari Kiamat. Di alam inilah seseorang mulai menerima balasan awal atas amalnya.

Rasulullah SAW menjelaskan bahwa ketika seorang mukmin meninggal dunia, para malaikat datang dengan wajah yang bercahaya untuk menjemput ruhnya.

Setelah itu, ruh tersebut dibawa ke langit dan mendapatkan kemuliaan sesuai kehendak Allah SWT.

Dalam hadis yang diriwayatkan Imam Ahmad, Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ الْعَبْدَ الْمُؤْمِنَ إِذَا كَانَ فِي انْقِطَاعٍ مِنَ الدُّنْيَا وَإِقْبَالٍ مِنَ الْآخِرَةِ نَزَلَ إِلَيْهِ مَلَائِكَةٌ مِنَ السَّمَاءِ...

Artinya: "Sesungguhnya apabila seorang hamba yang beriman sedang meninggalkan dunia dan menuju akhirat, turun kepadanya para malaikat dari langit dengan wajah yang putih berseri..." (HR. Ahmad).

Dalam riwayat tersebut dijelaskan bahwa ruh orang beriman akan memperoleh ketenangan, dibukakan pintu menuju surga, serta merasakan kenikmatan hingga datang Hari Kiamat.

Sebaliknya, hadis yang sama juga menjelaskan keadaan orang yang kafir atau durhaka. Ruhnya dicabut dengan penuh kesulitan, kemudian tidak diterima di langit dan dikembalikan ke jasadnya untuk menjalani kehidupan di alam kubur.

Rasulullah SAW menggambarkan bahwa kuburnya disempitkan dan diperlihatkan tempatnya di neraka sebagai bentuk azab awal sebelum Hari Kiamat.

Keterangan ini menunjukkan bahwa alam kubur menjadi awal dari balasan atas amal yang dilakukan seseorang ketika masih hidup.

Setelah proses pemakaman selesai, seseorang akan didatangi oleh dua malaikat, yaitu Munkar dan Nakir, yang bertugas mengajukan pertanyaan tentang keimanan.

Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا وُضِعَ فِي قَبْرِهِ وَتَوَلَّى عَنْهُ أَصْحَابُهُ، وَإِنَّهُ لَيَسْمَعُ قَرْعَ نِعَالِهِمْ...

Artinya: "Sesungguhnya seorang hamba apabila telah diletakkan di dalam kuburnya dan para pengantarnya telah pergi, sementara ia masih mendengar suara sandal mereka, maka datanglah dua malaikat..." (HR. Bukhari dan Muslim).

Malaikat kemudian bertanya tentang siapa Tuhannya, apa agamanya, dan siapa nabinya. Orang yang beriman akan mampu menjawab dengan benar atas pertolongan Allah SWT, sedangkan orang yang ingkar tidak mampu menjawabnya.