• KEISLAMAN

Menjaga Persaudaraan Islam di Tengah Perbedaan

Yahya Sukamdani | Jum'at, 17/07/2026
Menjaga Persaudaraan Islam di Tengah Perbedaan Ilustrasi keragaman bangsa para muslim

Terasmuslim.com - Perbedaan pendapat dalam masalah fikih merupakan sebuah keniscayaan sejarah yang seharusnya memperkaya khazanah keilmuan Islam, bukan memecah belah umat.

Media Islami kontemporer sering mengingatkan bahwa menjaga persaudaraan atau ukhuwah islamiyah jauh lebih utama daripada memaksakan satu pandangan fikih.

Allah SWT secara tegas telah memerintahkan umat Islam untuk senantiasa bersatu dan menghindari perpecahan dalam Al-Qur`an Surah Ali `Imran ayat 103.

“Dan berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai.” (QS. Ali `Imran: 103)

Rasulullah SAW juga memberikan fondasi toleransi melalui hadis riwayat Bukhari tentang bagaimana beliau membenarkan perbedaan ijtihad para sahabat dalam kasus shalat di Bani Quraizhah.

Dalam bingkai regulasi di Indonesia, Kementerian Agama terus menggaungkan program Moderasi Beragama sebagai pilar penting kehidupan berbangsa.

Kebijakan pemerintah ini menekankan empat indikator utama, salah satunya adalah komitmen kebangsaan dan toleransi terhadap keragaman praktik ibadah.

Melalui program tersebut, pemerintah mengedukasi masyarakat agar bersikap tawasut (moderat) dan ikhtiram (saling menghormati) dalam menyikapi khilafiyah.

Para ulama Nusantara terdahulu telah mencontohkan bagaimana mereka dapat berbeda pandangan dalam hukum fiqih namun tetap saling memuliakan.

Sikap menyalahkan atau membid`ahkan kelompok lain yang memiliki dalil sah hanya akan memperlemah kekuatan umat Islam secara keseluruhan.

Penting bagi para dai dan takmir masjid untuk menyajikan khutbah yang menyejukkan serta edukatif mengenai keragaman mazhab fikih.

Ketika umat memahami bahwa perbedaan itu adalah rahmat, maka gesekan sosial di tingkat akar rumput dapat diminimalisasi dengan baik.

Edukasi mengenai regulasi Moderasi Beragama dari Kemenag ini perlu terus digaungkan agar menjadi panduan moral bagi seluruh ormas Islam.

Sinergi antara pemahaman agama yang inklusif dan regulasi pemerintah akan mewujudkan Indonesia yang damai, religius, serta toleran.

Mari kita utamakan persamaan sebagai sesama muslim dan jadikan perbedaan fikih sebagai jembatan untuk saling memperluas wawasan keislaman.