• KEISLAMAN

Imam Masjid Perekat Harmoni Generasi Tua dan Muda

Yahya Sukamdani | Jum'at, 17/07/2026
Imam Masjid Perekat Harmoni Generasi Tua dan Muda Ilustrasi imam masjid sapa jamaah

Terasmuslim.com - Peran Imam Masjid kini semakin krusial dalam menjembatani jarak komunikasi antara generasi tua dan generasi muda.

Melalui gaya kepemimpinan yang inklusif, seorang imam mampu mengubah ego sektoral menjadi sebuah kolaborasi yang harmonis.

Pemerintah Indonesia sendiri telah menegaskan peran strategis ini melalui regulasi resmi Keputusan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Nomor DJ.II/802 Tahun 2014 tentang Standar Manajemen Masjid.

Dalam aturan tersebut, pengelolaan masjid dituntut profesional dan adaptif terhadap perkembangan zaman agar bisa merangkul seluruh lapisan usia.

Langkah ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur`an Surat At-Taubah ayat 18 yang menegaskan bahwa memakmurkan masjid adalah ciri orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir.

"Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian..." (QS. At-Taubah: 18)

Untuk mewujudkan pemakmuran yang menyeluruh, imam masjid harus mampu menjadi penengah yang adil di antara dinamika perbedaan cara pandang jamaah.

Generasi muda membawa energi kreativitas dan digitalisasi, sementara generasi tua mengawal nilai-nilai tradisi serta kematangan spiritual.

Rasulullah SAW memberikan teladan mulia untuk menghormati yang tua dan menyayangi yang muda demi menjaga persatuan umat.

Sebagaimana hadits riwayat Imam Tirmidzi, beliau bersabda bahwa bukan bagian dari golongan kami orang yang tidak menyayangi yang muda dan tidak menghormati yang tua.

"Bukanlah termasuk golongan kami orang yang tidak menyayangi yang muda di antara kami dan tidak mengerti hak orang yang tua di antara kami." (HR. Tirmidzi)

Kementerian Agama RI juga terus mendorong agar para imam masjid memiliki kompetensi moderasi beragama yang kuat demi menangkal radikalisme dan perpecahan.

Oleh karena itu, pendekatan khutbah dan kajian yang dibawakan imam harus dikemas secara modern namun tetap berbasis pada dalil-dalil sahih.

Imam masjid dituntut proaktif membuka ruang dialog, seperti melibatkan pemuda remaja masjid (Risma) dalam kepengurusan takmir yang dibimbing oleh para sesepuh.

Sinergi yang harmonis ini akan melahirkan lingkungan masjid yang ramah anak, nyaman untuk pemuda, dan tenteram bagi lansia.

Pada akhirnya, masjid bukan sekadar tempat ritual ibadah ritualistik semata, melainkan pusat peradaban yang mempersatukan umat lintas generasi.