• KEISLAMAN

Sikap Imam Masjid Kepada Tetangga Non Muslim

Yahya Sukamdani | Kamis, 16/07/2026
Sikap Imam Masjid Kepada Tetangga Non Muslim Ilustrasi imam masjid dan tetangga

Terasmuslim.com - Menampilkan akhlak mulia kepada tetangga non-muslim merupakan salah satu bukti keindahan ajaran Islam yang rahmatan lil `alamin.

Seorang imam masjid dituntut menjadi teladan dalam menunjukkan sikap toleran tanpa harus menggadaikan prinsip-prinsip dasar akidah Islamiyah.

Bentuk kebaikan sosial seperti membantu kesusahan, bertukar sapa yang santun, dan menjaga ketenangan lingkungan tetap harus ditegakkan.

Landasan utama interaksi sosial yang harmonis ini tertuang jelas dalam Al-Qur`an Surah Al-Mumtahanah ayat 8:

"Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu karena agama dan tidak mengusirmu dari kampung halamanmu."

Ayat suci ini menjadi garis tegas bahwa perbedaan keyakinan tidak boleh menjadi penghalang untuk berbuat adil dan berbagi kebaikan.

Rasulullah SAW sendiri memberikan contoh nyata dalam sejarah kehidupan beliau yang sangat menghormati hak-hak sosial kaum non-muslim.

Dalam hadits riwayat Bukhari, dikisahkan Rasulullah SAW bahkan berdiri menghormati jenazah seorang Yahudi yang sedang lewat di hadapan beliau.

Sikap saling menghormati ini dijalankan dengan tetap berpegang teguh pada prinsip toleransi beragama yang digariskan Surah Al-Kafirun ayat 6, yaitu "untukmu agamamu, dan untukku agamaku".

Di Indonesia, implementasi kerukunan hidup beragama ini diatur secara resmi melalui kebijakan strategis Kementerian Agama Republik Indonesia.

Pemerintah terus memperkuat program moderasi beragama guna mewujudkan tatanan masyarakat yang damai, toleran, dan saling menghargai.

Berdasarkan pedoman tata kelola kemasjidan, seorang imam wajib menjadi pelopor dalam merajut ukhuwah wathaniyah atau persaudaraan sebangsa.

Regulasi tersebut mendorong agar fungsi sosial masjid dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh warga sekitar tanpa memandang latar belakang agama.

Keteladanan imam masjid dalam berinteraksi dengan tetangga non-muslim secara bijak akan meminimalisasi potensi gesekan sosial di masyarakat.

Melalui pendekatan yang sejuk ini, citra Islam sebagai agama yang damai akan semakin tercermin kuat dalam kehidupan sehari-hari.

Mari kita wujudkan toleransi yang kokoh dengan menjaga hak tetangga sekaligus menjaga kemurnian akidah di dalam hati.