• KEISLAMAN

Kesalahan Yang Sebaiknya Dihindari Imam Saat Ceramah

Yahya Sukamdani | Kamis, 16/07/2026
Kesalahan Yang Sebaiknya Dihindari Imam Saat Ceramah Ilustrasi Khutbah Jumat (Foto: Unsplash/Raka Dwi Wicaksana)

Terasmuslim.com - Mimbar ceramah merupakan sarana edukasi dan dakwah yang sangat sakral bagi umat Islam di berbagai belahan dunia.

Seorang imam masjid dituntut untuk menyampaikan pesan keagamaan dengan penuh kehati-hatian agar tidak menimbulkan salah paham.

Salah satu kesalahan utama yang wajib dihindari adalah menyampaikan materi ceramah tanpa dasar ilmu atau bersumber dari hadits palsu.

Allah SWT memberikan peringatan keras mengenai bahaya berbicara tanpa ilmu dalam Al-Qur`an Surah Al-Isra ayat 36:

"Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui perihalnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya."

Ayat suci ini menegaskan bahwa setiap argumen agama yang disampaikan di atas mimbar wajib memiliki akurasi ilmiah yang valid.

Rasulullah SAW juga mengingatkan bahaya berdusta atas nama agama melalui sebuah hadits shahih yang diriwayatkan oleh Bukhari.

Beliau bersabda bahwa barangsiapa yang sengaja berdusta atas namaku, maka bersiaplah menempati tempat duduknya di dalam neraka.

Kesalahan lain yang kerap muncul adalah menyelipkan ujaran kebencian, fitnah, atau muatan politik praktis yang memecah belah.

Dalam koridor hukum di Indonesia, tata kelola mimbar dakwah telah diatur secara ketat melalui regulasi resmi Pemerintah.

Kementerian Agama RI mengeluarkan panduan yang menegaskan bahwa materi ceramah di masjid harus memperkuat nilai-nilai moderasi beragama.

Regulasi tersebut melarang keras penggunaan fasilitas tempat ibadah untuk menyebarkan paham radikal yang mengancam keutuhan NKRI.

Imam yang bijak harus menghindari gaya penyampaian yang kasar, mencaci maki, atau menyudutkan kelompok tertentu di depan jamaah.

Melalui pendekatan dakwah yang santun, pesan-pesan moral Islam akan lebih mudah meresap dan diterima dengan lapang dada.

Oleh karena itu, evaluasi terhadap konten dan metode penyampaian ceramah menjadi agenda mendesak bagi setiap takmir masjid.

Mari kita jaga kesucian mimbar masjid dari segala bentuk kesalahan demi lahirnya umat yang cerdas dan berakhlak mulia.