Ilustrasi imam menghadap jamaah setelah shalat
Terasmuslim.com - Menjaga kesempurnaan ibadah shalat berjamaah merupakan tanggung jawab besar yang dipikul oleh seorang imam masjid.
Namun, tidak jarang imam menemukan kekeliruan atau kesalahan gerakan yang dilakukan oleh jamaah saat shalat berlangsung.
Dalam menyikapi hal ini, Islam mengajarkan agar teguran disampaikan dengan penuh kelembutan, bukan dengan cara mempermalukan di depan umum.
Prinsip dakwah yang sejuk ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur`an Surat An-Nahl ayat 125 tentang perintah mengajak ke jalan Tuhan dengan hikmah.
"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik..." (QS. An-Nahl: 125)
Rasulullah SAW juga memberikan teladan agung tentang bagaimana meluruskan kesalahan orang yang shalat tanpa membuat orang tersebut merasa dihakimi.
Berdasarkan hadits riwayat Imam Muslim, Rasulullah SAW menegur sahabat yang berbicara saat shalat dengan kalimat yang sangat santun setelah shalat selesai.
"Demi Allah, aku belum pernah melihat seorang pendidik sebelum dan sesudahnya yang lebih baik pengajarannya daripada beliau..." (HR. Muslim)
Di Indonesia, Kementerian Agama RI turut mengatur standardisasi kompetensi imam melalui Keputusan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam terkait manajemen kemasjidan.
Regulasi tersebut menekankan pentingnya kompetensi sosial dan kepribadian imam yang harus menjadi teladan serta pengayom bagi seluruh jamaah.
Oleh karena itu, jika kesalahan terjadi di tengah shalat, imam dapat memanfaatkan isyarat syar`i seperti tasbih bagi laki-laki atau tepukan tangan bagi perempuan.
Jika kekeliruan baru diketahui setelah salam, imam sebaiknya mengajak jamaah berbicara empat mata secara persuasif dan penuh kasih sayang.
Penyampaian fikih shalat yang benar juga bisa dilakukan secara umum melalui kuliah tujuh menit (kultum) rutin agar tidak menyudutkan satu individu saja.
Langkah edukatif yang regulatif dan santun ini sangat penting demi menjaga kekhusyukan serta ketenteraman di lingkungan tempat ibadah.
Dengan menerapkan adab yang tepat, fungsi masjid sebagai pusat persatuan dan pembinaan umat akan tetap terjaga dengan harmonis.