• KEISLAMAN

Urgensi Keikhlasan Imam Masjid Hindari Jebakan Popularitas

Yahya Sukamdani | Jum'at, 17/07/2026
Urgensi Keikhlasan Imam Masjid Hindari Jebakan Popularitas Ilustrasi foto imam setelah shalat

Ketulusan niat merupakan pondasi utama bagi seorang imam masjid dalam mengemban amanah sebagai pemimpin spiritual umat.

Terasmuslim.com - Di era digital saat ini, tantangan menjaga hati semakin berat karena godaan popularitas dan eksistensi di media sosial begitu kuat.

Seorang imam yang ikhlas akan fokus pada perbaikan kualitas ibadah jamaah, bukan pada jumlah pengikut atau pujian manusia.

Allah SWT telah mengingatkan dengan tegas dalam Al-Qur`an Surat Al-Bayyinah ayat 5 mengenai kewajiban memurnikan ketaatan hanya kepada-Nya.

"Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus..." (QS. Al-Bayyinah: 5)

Rasulullah SAW juga memberikan peringatan keras mengenai bahaya riya dan syuhrah (mencari popularitas) dalam urusan ibadah serta dakwah.

Dalam hadits riwayat Imam Muslim, disebutkan bahwa salah satu golongan yang pertama kali diadili pada hari kiamat adalah orang yang menuntut ilmu dan mengajarkannya hanya agar disebut sebagai qari atau alim.

"...Engkau belajar ilmu dan mengajarkannya serta membaca Al-Qur`an agar dikatakan seorang yang alim dan qari, dan memang telah dikatakan demikian..." (HR. Muslim)

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama RI turut mengawal moralitas dakwah ini dengan menerbitkan regulasi mengenai standardisasi dan kompetensi imam masjid.

Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Nomor DJ.II/802 Tahun 2014, aspek kepribadian dan akhlak mulia menjadi pilar utama penilaian seorang imam.

Regulasi tersebut mengarahkan agar pembinaan kemasjidan fokus pada pengabdian masyarakat secara tulus demi mewujudkan kemaslahatan umat.

Ketika keikhlasan menjadi ruh dalam berdakwah, pesan-pesan agama yang disampaikan imam akan lebih mudah meresap dan menggerakkan hati jamaah.

Sebaliknya, dakwah yang dibungkus demi mengejar popularitas cenderung hanya akan menjadi tontonan tanpa memberikan efek transformasi spiritual yang mendalam.

Oleh karena itu, lembaga takmir masjid dan pemerintah perlu terus bersinergi dalam memberikan pembekalan mental spiritual secara berkala bagi para imam.

Langkah ini penting agar para pemimpin shalat kita tetap istiqamah menjaga integritas di tengah arus modernisasi dan digitalisasi dakwah.

Keikhlasan seorang imam pada akhirnya akan melahirkan masyarakat yang berkarakter kuat, religius, dan mendapat keberkahan dari Allah SWT.