• KEISLAMAN

Pejabat Adalah Pelayan Rakyat Bukan Pemilik Kekuasaan

Yahya Sukamdani | Sabtu, 18/07/2026
Pejabat Adalah Pelayan Rakyat Bukan Pemilik Kekuasaan Ilustrasi foto pemimpin negara

Terasmuslim.com - Esensi mendasar dari sebuah kepemimpinan dalam pandangan Islam adalah pengabdian yang tulus untuk kemaslahatan umat.

Seorang pejabat publik harus menyadari bahwa kekuasaan yang digenggamnya hanyalah titipan sementara, bukan hak milik pribadi yang absolut.

Prinsip pelayanan ini ditegaskan oleh Allah SWT dalam Surah Al-An`am ayat 165 mengenai kedudukan manusia sebagai khalifah di bumi.

"Dan Dialah yang menjadikan kamu sebagai khalifah-khalifah di bumi dan Dia meninggikan sebagian kamu atas sebagian yang lain beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu..." (QS. Al-An`am: 165)

Melalui ayat tersebut, setiap tingkatan jabatan yang diemban sejatinya merupakan sebuah ujian berat yang kelak akan dipertanggungjawabkan.

Rasulullah SAW juga mempertegas konsep pelayan ini dalam sebuah hadist populer yang menyatakan bahwa pemimpin suatu kaum adalah pelayan bagi mereka.

Oleh karena itu, arogansi kekuasaan dan sikap sewenang-wenang sangat bertentangan dengan nilai-nilai luhur kepemimpinan yang diajarkan oleh syariat Islam.

Di Indonesia, konsep pejabat sebagai pelayan rakyat ini telah diadopsi secara resmi ke dalam regulasi hukum tata negara yang berlaku.

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) secara eksplisit menempatkan pejabat sebagai pelayan publik yang berintegritas.

Regulasi tersebut menuntut setiap abdi negara untuk mendahulukan kepentingan umum dan memberikan pelayanan terbaik tanpa diskriminasi.

Ketika seorang pejabat menempatkan dirinya sebagai pelayan, maka transparansi dan akuntabilitas kerja akan tercipta dengan sendirinya.

Pemerintah juga menyediakan kanal pengaduan resmi seperti LAPOR! agar masyarakat dapat mengawasi kinerja para pejabat publik secara langsung.

Sinergi antara tuntunan agama dan kepatuhan terhadap regulasi negara ini menjadi kunci utama terwujudnya tata kelola pemerintahan yang bersih.

Media Islami terus berkomitmen mengedukasi masyarakat agar cerdas dalam memahami hak serta kewajiban konstitusional mereka.

Semoga para pejabat di tanah air senantiasa amanah dan memperlakukan jabatan mereka sebagai ladang ibadah untuk melayani rakyat.