Ilustrasi meninggal masih berhutang
Terasmuslim.com - Islam mengajarkan bahwa setiap amal kebaikan, sekecil apa pun, memiliki keutamaan luar biasa di sisi Allah SWT.
Di antara kisah para pendahulu yang patut menjadi teladan adalah seorang lelaki yang mendapat ampunan dan jaminan surga bukan karena melimpahnya ibadah sunnah.
Lelaki pedagang ini memiliki kebiasaan mempermudah urusan muamalah dan transaksi keuangan dengan sesama manusia semasa hidupnya di dunia.
Setiap kali membayarkan atau menagih piutang, ia selalu memerintahkan pembantunya untuk memaafkan mereka yang berada dalam kesulitan ekonomi.
Ia menegaskan agar piutang orang miskin yang tidak mampu membayar digugurkan dengan harapan Allah SWT juga memaafkan kesalahan-kesalahannya.
Sikap kedermawanan dan kelapangan hati tersebut menjadi bukti nyata indahnya kepedulian sosial dalam ajaran agama Islam.
Keteladanan kisah ini secara rinci diriwayatkan dalam hadis sahih muttafaqun `alaih yang bersumber dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu `anhu.
Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah SWT berfirman saat hisab: "Kami lebih berhak untuk berbuat demikian daripada dia, maka maafkanlah hamba-Ku ini." (HR. Bukhari No. 2078 dan Muslim No. 1562).
Sikap melunakkan tagihan utang ini sejalan dengan anjuran mulia dalam Al-Qur`an untuk memberikan penangguhan waktu bagi mereka yang kesusahan.
Allah SWT berfirman: "Dan jika (orang yang berutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan." (QS. Al-Baqarah [2]: 280).
Potongan ayat tersebut menegaskan bahwa bersedekah dengan menyedekahkan utang jauh lebih utama bagi keselamatan di akhirat kelak.
Melapangkan beban saudara sesama muslim saat di dunia akan membawa kelapangan hakiki saat manusia dihisab di Padang Mahsyar.
Pelajaran berharga dari kisah ini mengedukasi kita agar tidak keras hati dan senantiasa mengedepankan sifat pemaaf dalam berinteraksi sosial.
Muamalah yang dilandasi niat ikhlas dan kasih sayang akan membimbing seorang hamba menuju kenikmatan surga-Nya.
Semoga kisah inspiratif ini mengetuk hati kita untuk senantiasa memudahkan urusan sesama dan menebar kemanfaatan hidup.