• KEISLAMAN

Bahaya Penyakit Hati Schadenfreude Menurut Pandangan Islam

Yahya Sukamdani | Sabtu, 10/10/2026
Bahaya Penyakit Hati Schadenfreude Menurut Pandangan Islam Ilustrasi foto iri dengki dari medsos

Terasmuslim.com - Pernahkah Anda merasa secara tidak sadar tersenyum gembira saat melihat musibah menimpa orang lain?

Dalam istilah psikologi modern, fenomena mental gembira di atas penderitaan sesama ini dikenal sebagai schadenfreude.

Namun dalam khazanah ajaran Islam, perasaan jahat tersebut dinamakan sebagai penyakit hati syamatah/" style="text-decoration:none;color:#228239;font-weight: 700;">penyakit hati syamatah.

Sifat syamatah merupakan refleksi dari kekotoran jiwa dan indikator lemahnya rasa empati seorang Muslim.

Rasulullah SAW secara tegas memohon perlindungan dari sifat tercela ini sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari.

"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari sengsara cobaan dan kegembiraan musuh atas musibah." (HR. Bukhari).

Rasulullah SAW juga melarang keras umatnya memelihara perasaan dengki ini lewat sabdanya yang sangat populer.

"Janganlah engkau menampakkan kegembiraan atas musibah yang menimpa saudaramu." (HR. Tirmidzi).

Jika kita bergembira di atas penderitaan orang lain, Allah SWT bisa saja memindahkan musibah tersebut kepada kita.

Al-Qur`an secara lugas menyindir tabiat buruk kaum kafir dan munafik yang memelihara penyakit syamatah ini.

Firman Allah dalam Surah Ali `Imran ayat 120 menegaskan watak buruk gembira atas penderitaan sesama.

"Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi jika kamu tertimpa bencana, mereka bergembira karenanya." (QS. Ali `Imran: 120).

Islam mengajarkan bahwa ikatan antar sesama Muslim ibarat satu tubuh yang saling merasakan sakit.

Seharusnya kemalangan sesama memicu kepedulian dan doa kebaikan, bukan justru kepuasan dan gelak tawa.

Mari kita senantiasa membersihkan hati dari sifat dengki agar ketenangan hidup selalu menaungi jiwa.