• KEISLAMAN

Waspada Bahaya Riya Halus yang Merusak Pahala Ibadah

Yahya Sukamdani | Sabtu, 10/10/2026
Waspada Bahaya Riya Halus yang Merusak Pahala Ibadah Ilustrasi - Riya adalah melakukan ibadah atau kebaikan dengan tujuan agar dilihat, dipuji, atau mendapatkan pengakuan dari manusia (Foto: AI)

Terasmuslim.com - Setiap Muslim tentu merindukan pahala yang utuh dan diterima dari setiap amalan ibadah yang dikerjakan.

Namun, ada bahaya laten bernama riya terselubung yang sering kali menyusup halus tanpa kita sadari.

Riya halus ini ibarat semut hitam yang berjalan di atas batu hitam pada malam hari yang gelap gulita.

Perasaan ingin dipuji, terlihat khusyuk, atau merasa lebih saleh dari orang lain bisa menggugurkan amal kebaikan.

Rasulullah SAW sangat mengkhawatirkan bahaya syirik kecil ini menimpa umatnya yang rajin beribadah.

Beliau bersabda bahwa hal yang paling ditakuti atas umatnya adalah syirik kecil, yaitu riya (HR. Ahmad).

Niat yang mulia saat mengawali ibadah bisa perlahan bergeser menjadi pencarian ridha manusia, bukan lagi Ridha Allah.

Al-Qur`an mengingatkan kita agar tidak merusak pahala amal ibadah dengan sifat riya dan membanggakan diri.

Allah SWT berfirman mengenai celakanya orang-orang yang beribadah namun diiringi dengan sifat riya.

"Maka celakalah orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, yang berbuat riya." (QS. Al-Ma`un: 4-6).

Ibadah yang dikerjakan demi pandangan manusia hanya akan membuahkan kelelahan tanpa bernilai pahala di sisi Allah.

Dalam hadits lain, Rasulullah SAW menegaskan bahwa Allah tidak menerima amalan yang dicampuri niat selain untuk-Nya (HR. An-Nasa`i).

Oleh karena itu, memperbarui niat secara berkala sebelum, saat, dan sesudah beribadah menjadi kuncinya.

Berdoa memohon perlindungan dari syirik yang disadari maupun tidak disadari adalah benteng terbaik bagi setiap amalan.

Semoga Allah SWT senantiasa menjaga keikhlasan hati kita agar seluruh ibadah terbebas dari jerat riya.