• KEISLAMAN

Jangan Lelah Membuktikan Diri Hanya Demi Pengakuan Manusia

Yahya Sukamdani | Senin, 05/10/2026
Jangan Lelah Membuktikan Diri Hanya Demi Pengakuan Manusia Ilustrasi - melakukan ibadah agar dilihat, dipuji, atau mendapatkan pengakuan dari manusia (Foto: AI)

Terasmuslim.com - Terjebak dalam keinginan membuktikan keberhasilan kepada orang lain sering kali membuat hidup terasa amat melelahkan.

Islam menegaskan bahwa seluruh orientasi dan tujuan hidup seorang hamba seharusnya hanya ditujukan kepada Allah SWT semata.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-An`am ayat 162, "Katakanlah: Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam."

Ketika hidup hanya dihabiskan untuk meraih pujian manusia, kita sedang mempertaruhkan keikhlasan niat yang ada di dalam dada.

Sifat selalu ingin dilihat dan dipuji orang lain atau riya merupakan salah satu bahaya spiritual yang sangat samar.

Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya yang paling aku takutkan atas kalian adalah syirik kecil," para sahabat bertanya, "Apakah syirik kecil itu, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Riya`" (HR. Ahmad).

Mengejar pengakuan duniawi tidak akan pernah memuaskan dahaga jiwa karena penilaian manusia selalu berubah-ubah.

Al-Qur`an mengingatkan agar kita tidak tertipu oleh kesenangan semu sebagaimana firman-Nya dalam Surah Al-Hadid ayat 20, "Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu."

Kehidupan yang fokus pada penilaian sesama kerap mendorong seseorang untuk memaksakan diri di luar batas kemampuannya.

Seorang mukmin yang bijak akan fokus memperbaiki kualitas diri di hadapan Allah SWT tanpa perlu memamerkannya kepada publik.

Allah SWT menyukai amalan yang dilakukan secara tulus dan konsisten meski tidak diketahui oleh banyak orang.

Mengalihkan niat dari mengejar pujian manusia menuju ridha Allah SWT akan menghadirkan ketenangan jiwa yang sejati.

Rasulullah SAW mengingatkan bahwa Allah SWT tidak melihat bentuk fisik manusia, melainkan melihat hati dan amal perbuatannya (HR. Muslim).

Membebaskan diri dari beban ekspektasi orang lain adalah langkah awal untuk meraih kemerdekaan rohani yang hakiki.

Semoga Allah SWT senantiasa menjaga keikhlasan hati kita agar setiap langkah hidup hanya dipersembahkan untuk-Nya.