• KEISLAMAN

Bahaya Riya yang Menghapuskan Pahala dan Nilai Amal

Yahya Sukamdani | Rabu, 14/10/2026
Bahaya Riya yang Menghapuskan Pahala dan Nilai Amal Ilustrasi foto pamer berbuat baik

Terasmuslim.com - Riya merupakan salah satu penyakit hati yang sangat berbahaya karena dapat merusak kesucian niat dalam beribadah.

Secara bahasa, riya berarti melakukan suatu amalan agar dilihat dan dipuji oleh sesama manusia.

Perbuatan ini tergolong sebagai syirik kecil yang sangat dikhawatirkan oleh Rasulullah SAW atas umatnya.

Nabi Muhammad SAW bersabda: "Sesungguhnya yang paling aku takutkan atas kalian adalah syirik kecil, yaitu riya." (HR. Ahmad).

Seseorang yang terjebak dalam sifat riya hanya akan mendapatkan kelelahan tanpa membawa pahala di akhirat kelak.

Allah SWT melarang keras sifat ini sebagaimana firman-Nya dalam Surah Al-Ma`un ayat 4-6: "Maka celakalah orang-orang yang shalat, yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya, yang berbuat riya."

Al-Qur`an menggambarkan amalan orang yang riya seperti batu licin yang tertutup tanah lalu ditimpa hujan lebat hingga menjadi bersih tanpa tersisa.

Penjelasan tersebut tertuang dalam Surah Al-Baqarah ayat 264 yang mengingatkan agar tidak membatalkan sedekah dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti perasaan.

Riya tidak hanya merusak ibadah ritual seperti shalat dan sedekah, tetapi juga amalan besar seperti jihad dan menuntut ilmu.

Di hari kiamat kelak, orang yang beramal karena ingin disanjung manusia akan menjadi kelompok pertama yang dihisab dan diancam siksa.

Penyebab utama munculnya riya adalah dahaganya jiwa akan pujian serta rasa takut terhadap celaan sesama makhluk.

Oleh karena itu, setiap Muslim dituntut untuk selalu memperbarui niat dan menjaga kerahasiaan amal kebaikannya.

Menyembunyikan amalan sunnah merupakan salah satu cara paling efektif untuk membentengi diri dari godaan riya.

Memohon perlindungan kepada Allah SWT dari bahaya syirik yang disadari maupun tidak disadari menjadi kebutuhan setiap hamba.

Semoga Allah SWT senantiasa membersihkan hati kita dari sifat riya dan menganugerahkan keikhlasan dalam setiap jengkal amalan.