• KEISLAMAN

Bahaya Berbohong demi Bercanda Menurut Syariat Agama Islam

Yahya Sukamdani | Sabtu, 10/10/2026
Bahaya Berbohong demi Bercanda Menurut Syariat Agama Islam Ilustrasi Menjaga lisan (Foto: Ist)

Terasmuslim.com - Bercanda dan gurauan sering kali dijadikan sarana untuk mencairkan suasana serta mempererat tali silaturahmi antar sesama.

Namun, tidak sedikit orang yang tega menyelipkan kedustaan hanya demi memancing gelak tawa orang-orang di sekitarnya.

Dalam ajaran Islam, berbohong tetaplah perbuatan terlarang meskipun dilakukan hanya untuk tujuan bercanda atau menghibur semata.

Rasulullah SAW memberikan ancaman celaka bagi siapa saja yang berbohong demi membuat orang lain tertawa dalam percakapan.

Peringatan tegas tersebut diriwayatkan oleh Imam Abu Daud dan Tirmidzi melalui sebuah hadits shahih mengenai bahaya lisan.

Beliau SAW sendiri senantiasa bercanda dengan para sahabatnya, tetapi beliau tidak pernah mengucapkan selain kebenaran mutlak.

Kebiasaan berbohong walau sepele dapat mengikis sifat kejujuran dan membuka pintu menuju berbagai keburukan yang lebih besar.

Allah SWT menegaskan dalam Surah An-Nahl ayat 105 bahwa sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan hanyalah orang yang tidak beriman.

Setiap kata yang diucapkan oleh manusia tercatat secara akurat oleh malaikat Raqib dan Atid tanpa ada yang terlewat.

Hal ini sebagaimana ditegaskan oleh Allah SWT dalam Al-Qur`an Surah Qaf ayat 18 tentang pengawasan ucapan manusia.

Kejujuran merupakan cerminan utama dari kesempurnaan iman seorang Muslim dalam menjalani seluruh aspek kehidupan sehari-hari.

Seseorang tidak akan merasakan manisnya keimanan secara utuh sebelum ia meninggalkan kebohongan saat bercanda maupun serius.

Ancaman dosa dari berbohong juga dapat menghilangkan keberkahan dalam rezeki serta merusak rasa saling percaya antar sesama.

Umat Islam diajarkan untuk senantiasa menjaga lisan agar hanya mengeluarkan perkataan yang jujur, santun, serta bermanfaat.

Menjauhi dusta dalam bercanda menjadi langkah nyata untuk menjaga kesucian hati dan meraih keridhaan Allah SWT.