• KEISLAMAN

Menaungi Rumah Tangga, Batas Hubungan Mertua dan Menantu

Yahya Sukamdani | Jum'at, 09/10/2026
Menaungi Rumah Tangga, Batas Hubungan Mertua dan Menantu Ilustrasi istri dan ibu

Terasmuslim.com - Hubungan antara mertua dan menantu merupakan salah satu pilar penting dalam menjaga keharmonisan rumah tangga.

Islam memandang mertua sebagai orang tua sendiri yang wajib dihormati dan dimuliakan sebagaimana dijelaskan dalam Surah An-Nisa ayat 36 tentang perintah berbuat baik kepada kedua orang tua dan kerabat dekat.

Meskipun memiliki kedudukan yang mulia, hubungan ini tetap memerlukan batas-batas syariat yang jelas demi mencegah munculnya konflik internal.

Salah satu batasan utama adalah menjaga privasi rumah tangga anak dan tidak mencampuri urusan domestik tanpa diminta.

Rasulullah SAW mengingatkan pentingnya meninggalkan hal yang tidak bermanfaat melalui hadis riwayat Tirmidzi, "Di antara kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan apa yang tidak berguna baginya."

Menantu juga memiliki kewajiban untuk menjaga adab, tutur kata, serta tidak membuka aib mertua kepada pihak luar.

Di sisi lain, suami wajib menjalankan peran sebagai pemimpin yang adil tanpa memihak secara buta antara istri dan ibunya.

Allah SWT menegaskan prinsip keadilan ini dalam Surah An-Nisa ayat 135 agar umat beriman selalu menegakkan keadilan karena Allah.

Batasan aurat dan kholwat juga harus tetap diperhatikan dengan baik, mengingat mertua laki-laki atau perempuan adalah mahram mu`abbad bagi menantu.

Prinsip saling menghargai ruang pribadi akan membentuk rasa saling percaya dan menghindarkan perselisihan yang tidak perlu.

Ketika timbul perbedaan pendapat, penyelesaiannya harus dilakukan dengan cara yang ihsan dan penuh kasih sayang.

Surah Al-Hujurat ayat 10 mengingatkan bahwa sesama muslim adalah bersaudara, sehingga perdamaian dan kebaikan harus selalu diutamakan.

Komunikasi yang jujur namun tetap santun menjadi kunci utama dalam menyelaraskan ekspektasi antara kedua belah pihak.

Dengan memahami peran dan batas masing-masing sesuai petunjuk Al-Qur`an dan Sunnah, hubungan mertua dan menantu dapat berjalan harmonis.

Rumah tangga yang dibangun di atas fondasi saling menghormati ini kelak akan melahirkan kedamaian serta keberkahan yang berkelanjutan.