Ilustrasi dai sedang berdakwah
Terasmuslim.com - Imam dan ustadz memegang peranan sentral sebagai figur penyejuk yang mampu merekatkan kembali sekat-sekat perbedaan di tengah masyarakat.
Kata-kata yang santun dan keteladanan dari para pemuka agama ini menjadi jangkar perdamaian ketika terjadi gesekan pandangan sosial maupun keagamaan.
Allah SWT telah memberikan panduan terbaik dalam Al-Qur`an Surat Ali `Imran ayat 103 agar umat Islam senantiasa menjaga persatuan dan menjauhi perpecahan.
"Dan berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai..." (QS. Ali `Imran: 103).
Rasulullah SAW juga menegaskan dalam hadits riwayat Bukhari bahwa seorang muslim sejati adalah mereka yang mampu menyelamatkan orang lain dari lisan dan tangannya.
Dalam konteks bernegara, peran strategis ini sejalan dengan program penguatan Moderasi Beragama yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2023.
Regulasi pemerintah tersebut mendorong para penceramah untuk menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang inklusif, toleran, dan selaras dengan komitmen kebangsaan.
Kementerian Agama Republik Indonesia juga aktif membekali para mubaligh dengan wawasan kebangsaan agar dakwah mimbar selalu membawa keteduhan.
Ketika menyampaikan khutbah, seorang imam yang bijak akan memilih narasi yang membangun optimisme umat, bukan narasi yang memecah belah atau menyudutkan kelompok lain.
Perbedaan pendapat dalam masalah furu`iyah (cabang agama) semestinya disikapi sebagai rahmat, bukan alasan untuk saling membenci atau mengkafirkan.
Ustadz di era digital ini juga dituntut cerdas memanfaatkan media sosial demi membendung arus hoaks dan ujaran kebencian yang berpotensi merusak ukhuwah.
Melalui majelis taklim yang dibimbingnya, tokoh agama dapat menanamkan nilai-nilai tawasuth (moderat) dan tawazun (seimbang) kepada jamaah.
Sinergi yang kuat antara umara (pemerintah) dan ulama akan menjadi benteng kokoh dalam menjaga kedaulatan serta kedamaian Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Masyarakat yang religius namun tetap menghargai kemajemukan adalah buah dari dakwah yang disampaikan dengan penuh hikmah dan kasih sayang.
Mari kita muliakan dan dukung para imam serta ustadz yang konsisten merajut persatuan demi masa depan umat yang lebih harmonis.