Ilustrasi foto ilmu dan ulama
Terasmuslim.com - Imam Syafi`i lahir di Gaza, Palestina, dalam keadaan yatim dan tumbuh dalam keterbatasan ekonomi yang sangat memprihatinkan.
Meskipun hidup dalam kefakiran, sang ibu memiliki visi besar untuk membawa putranya ke Mekkah demi menjaga garis keturunan dan ilmu agamanya.
Sejak usia dini, kecintaan beliau terhadap Al-Qur`an telah nampak hingga beliau mampu menghafal seluruh isinya pada usia tujuh tahun.
Ketiadaan biaya untuk membeli kertas tidak menghalangi semangatnya, sehingga beliau menggunakan tulang belulang dan pelepah kurma sebagai media tulis.
Keteguhan ini sejalan dengan firman Allah dalam Surah Al-Mujadilah ayat 11 yang menjanjikan derajat tinggi bagi mereka yang berilmu.
Beliau menghabiskan waktu luangnya di Masjidil Haram untuk menyimak halaqah para ulama besar dan menghafal setiap perkataan mereka dengan cepat.
Ketajaman hafalannya sangat fenomenal, bahkan beliau mampu menghafal kitab Al-Muwatta karya Imam Malik hanya dalam waktu sembilan malam.
Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya, niscaya Allah akan fahamkan ia dalam urusan agama." (HR. Bukhari).
Bagi Imam Syafi`i, ilmu bukan sekadar hafalan lisan, melainkan cahaya yang meresap ke dalam hati dan membuahkan amal nyata.
Beliau pernah berkata bahwa menuntut ilmu jauh lebih utama daripada melakukan salat sunnah bagi mereka yang memiliki niat tulus.
Prinsip hidupnya dalam mencari ilmu tercermin dalam ketekunannya mempelajari sastra Arab dan memanah sebelum mendalami ilmu fikih secara mendalam.
Allah SWT mengingatkan dalam Surah Taha ayat 114 agar kita senantiasa berdoa: "Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan."
Kegigihan beliau membuktikan bahwa kemiskinan harta bukanlah penghalang bagi seseorang untuk menjadi kaya secara intelektual dan spiritual.
Kecintaan beliau pada ilmu telah melahirkan mazhab besar yang menjadi rujukan jutaan umat Muslim di seluruh penjuru dunia hingga saat ini.
Mari kita jadikan masa kecil Imam Syafi`i sebagai inspirasi untuk terus memotivasi generasi muda agar mencintai ilmu di atas segalanya.