Belajar agama menuntun hidup benar selamat dunia hingga akhirat.
Islam tidak mewajibkan setiap Muslim menjadi ulama. Namun, Al-Qur`an dan hadits menegaskan bahwa belajar agama adalah kewajiban agar ibadah dan kehidupan tetap di atas petunjuk Allah.
Islam melarang keras meremehkan dan melecehkan ulama karena mereka adalah pewaris nabi dan penjaga ilmu agama.
Dengan memahami hal ini, umat Islam diingatkan bahwa peluang meraih pahala besar terbuka luas dalam aktivitas sehari-hari.
Ulama menegaskan bahwa adab harus didahulukan sebelum ilmu, sebab adab menjadi pintu masuk bagi cahaya pengetahuan
Meninggalkan ilmu agama bukan perkara sepele. Tanpa belajar Islam, seseorang mudah terjatuh dalam kesesatan, bid`ah, dan maksiat tanpa disadari.
Tradisi Islam mengajarkan bahwa ilmu dicari dengan adab. Ulama didatangi sebagai bentuk penghormatan terhadap ilmu, bukan menjadikan ilmu tunduk pada popularitas.
Menuntut ilmu bukan sekadar fase kehidupan, tetapi kewajiban seumur hidup yang menjadi jalan kemuliaan di dunia dan keselamatan di akhirat.
Ilmu adalah cahaya yang menerangi diri, dan pahala yang tak terputus hingga akhir hayat.
Menuntut ilmu merupakan ibadah agung dalam agama Islam.
Malas menuntut ilmu bukan hanya kehilangan pengetahuan, tetapi juga kehilangan cahaya petunjuk dari Allah.
Menuntut ilmu dalam Islam merupakan kewajiban yang tidak dibatasi oleh usia, status sosial, ataupun kondisi seseorang.
Seseorang yang mempelajari ilmu agama, terkhususnya Al-Qur’an memiliki kedudukan yang begitu istimewa di sisi Allah ﷻ