• KEISLAMAN

Larangan Meremehkan dan Melecehkan Ulama

Yahya Sukamdani | Sabtu, 31/01/2026
Larangan Meremehkan dan Melecehkan Ulama Ilustrasi menghormati ulama

Terasmuslim.com - Ulama memiliki kedudukan mulia dalam Islam karena merekalah pewaris para nabi yang menyampaikan ilmu dan membimbing umat. Oleh sebab itu, Islam dengan tegas melarang sikap meremehkan, merendahkan, atau melecehkan ulama, baik dengan ucapan, tulisan, maupun sikap. Allah berfirman, “Katakanlah: Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” (QS. Az-Zumar: 9). Ayat ini menunjukkan keutamaan ilmu dan orang yang berilmu dibandingkan yang tidak.

Al-Qur’an juga menegaskan bahwa ulama yang benar adalah mereka yang paling takut kepada Allah. Allah berfirman, “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah para ulama” (QS. Fathir: 28). Meremehkan ulama berarti merendahkan kedudukan orang-orang yang Allah muliakan karena ilmu dan ketakwaannya. Sikap ini bukan hanya masalah adab, tetapi juga mencerminkan penyakit hati berupa kesombongan.

Rasulullah SAW memberikan peringatan keras terhadap orang yang merendahkan ulama dan ahli ilmu. Beliau bersabda, “Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak menghormati yang lebih tua, tidak menyayangi yang lebih muda, dan tidak mengetahui hak orang alim” (HR. Ahmad). Hadis ini menegaskan bahwa menghormati ulama adalah bagian dari akhlak Islam dan tanda kebaikan iman seseorang.

Meremehkan dan melecehkan ulama juga dapat menjadi sebab dicabutnya keberkahan ilmu. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu sekaligus dari manusia, tetapi mencabut ilmu dengan mewafatkan para ulama” (HR. Bukhari dan Muslim). Ketika ulama diremehkan dan tidak lagi didengar, maka kebodohan akan merajalela dan umat akan tersesat karena kehilangan rujukan ilmu yang benar.

Namun, Islam juga mengajarkan sikap adil dan proporsional. Menghormati ulama tidak berarti menganggap mereka ma’shum (terjaga dari kesalahan). Ulama bisa salah, tetapi kesalahan mereka diluruskan dengan adab, dalil, dan niat yang ikhlas, bukan dengan cacian dan penghinaan. Allah berfirman, “Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan takwa” (QS. Al-Ma’idah: 2), termasuk dalam meluruskan kekeliruan dengan cara yang baik.

Oleh karena itu, menjaga adab kepada ulama adalah kewajiban moral dan agama bagi setiap Muslim. Dengan menghormati ulama, umat akan mendapatkan keberkahan ilmu, terjaga dari perpecahan, dan lebih mudah menerima kebenaran. Sebaliknya, meremehkan dan melecehkan ulama hanya akan membuka pintu fitnah, hilangnya adab, dan rusaknya tatanan keilmuan dalam Islam.