Terasmuslim.com - Jika seseorang tidak belajar Islam, maka ia akan beribadah tanpa ilmu dan berjalan dalam agama tanpa petunjuk. Padahal Allah ﷻ memerintahkan agar setiap amal dibangun di atas ilmu. Allah berfirman: “Maka ketahuilah, bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, dan mohonlah ampunan bagi dosamu” (QS. Muhammad: 19). Ayat ini menunjukkan bahwa ilmu didahulukan sebelum ucapan dan amalan, karena tanpa ilmu seseorang bisa salah dalam memahami tauhid dan ibadah.
Tidak belajar Islam juga menyebabkan seseorang tidak mampu membedakan antara yang haq dan yang batil, antara sunnah dan bid’ah. Akibatnya, ia mudah tertipu oleh syubhat dan mengikuti kebiasaan manusia tanpa dalil. Rasulullah ﷺ bersabda: “Barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya, niscaya Allah akan memahamkannya dalam urusan agama” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadist ini menegaskan bahwa pemahaman agama adalah tanda kebaikan dari Allah, sedangkan kebodohan agama adalah tanda terhalangnya kebaikan tersebut.
Lebih jauh lagi, meninggalkan ilmu agama dapat menyeret seseorang pada perbuatan maksiat dan kesesatan yang berbahaya. Allah ﷻ berfirman: “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungjawaban” (QS. Al-Isra’: 36). Ayat ini menjadi peringatan keras bahwa beramal tanpa ilmu bukan hanya salah, tetapi juga akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah.
Oleh karena itu, belajar Islam adalah kewajiban bagi setiap muslim sesuai kemampuannya, agar ia beribadah dengan benar dan selamat di dunia serta akhirat. Rasulullah ﷺ bersabda: “Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim” (HR. Ibnu Majah). Dengan ilmu, iman akan lurus, ibadah menjadi benar, dan akhlak pun terjaga. Tanpa belajar Islam, seseorang berisiko kehilangan arah dalam beragama dan jauh dari jalan yang diridhai Allah ﷻ.































