• KEISLAMAN

Tergerus Zaman, Mengenang Kembali Adab Bertetangga yang Kian Asing

Yahya Sukamdani | Rabu, 20/05/2026
Tergerus Zaman, Mengenang Kembali Adab Bertetangga yang Kian Asing Ilustrasi berbagi makanan dengan tetangga

Terasmuslim.com - Di era modern yang serba individualis ini, hubungan hangat dengan tetangga perlahan mulai memudar dan terasa asing.

Teknologi yang kian canggih justru seringkali menyekat interaksi sosial dengan orang-orang yang tinggal di sebelah rumah kita.

Padahal, Islam meletakkan adab bertetangga sebagai salah satu pilar penting dalam kesempurnaan iman seorang Muslim.

Allah SWT telah berfirman dalam Al-Qur`an surah An-Nisa ayat 36 untuk berbuat baik kepada tetangga dekat maupun tetangga jauh.

"Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun, dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh..." (QS. An-Nisa: 36)

Nabi Muhammad SAW bahkan pernah menegaskan bahwa jaminan keimanan seseorang berkaitan erat dengan cara ia memuliakan tetangganya.

Dalam sebuah hadits riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia memuliakan tetangganya."

Namun realitanya saat ini, menyapa tetangga saat berpapasan di pagar rumah sudah menjadi hal yang mulai langka dilakukan.

Banyak dari kita yang bahkan tidak mengetahui nama atau kondisi kehidupan orang yang tinggal persis di samping tembok rumah kita.

Sikap acuh tak acuh ini tentu sangat bertolak belakang dengan pesan mendalam yang disampaikan oleh Malaikat Jibril kepada Rasulullah SAW.

Rasulullah SAW bersabda bahwa Jibril selalu berwasiat kepadanya untuk berbuat baik kepada tetangga seolah-olah tetangga akan menjadi ahli warisnya.

Salah satu adab yang juga mulai luntur adalah kebiasaan saling berbagi makanan atau hantaran kecil meskipun menu yang dimasak sangat sederhana.

Rasulullah SAW pernah menasihati Abu Dzar RA agar memperbanyak kuah masakan dagingnya lalu membagikannya kepada para tetangga sekitar.

Kini, jangankan berbagi makanan, memastikan suara bising atau asap kendaraan kita tidak mengganggu kenyamanan mereka saja seringkali terabaikan.

Mari kita hidupkan kembali sunnah yang indah ini demi merajut kembali keharmonisan umat dan meraih ridha Allah SWT.