• SOSOK

Uwais Al-Qarni, Sang Penghuni Langit yang Tak Dikenal Dunia

Yahya Sukamdani | Selasa, 12/05/2026
Uwais Al-Qarni, Sang Penghuni Langit yang Tak Dikenal Dunia Ilustrasi foto Kisah Uwais Al-Qarni (Foto: Tebuireng Inititives)

Terasmuslim.com - Uwais Al-Qarni merupakan seorang pemuda dari Yaman yang hidup pada zaman Rasulullah SAW namun tidak pernah bertemu secara fisik dengan beliau.

Meskipun namanya tidak populer di kalangan penduduk bumi, sosoknya sangat dikenal dan diagungkan oleh para malaikat di langit.

Kunci utama kemuliaan Uwais bukanlah harta atau jabatan, melainkan ketulusan baktinya yang luar biasa kepada sang ibu yang telah renta.

Kondisi fisiknya yang mengidap penyakit kusta dan kehidupannya yang fakir membuatnya sering dipandang sebelah mata oleh orang-orang di sekitarnya.

Ia menjalani hidup dengan prinsip zuhud yang murni, yakni melepaskan keterikatan hati pada kemewahan duniawi demi mengharap ridha Illahi.

Rasulullah SAW bahkan pernah berpesan kepada Umar bin Khattab dan Ali bin Abi Thalib untuk mencari Uwais dan meminta doa serta istighfar darinya.

Dalam sebuah hadist, Rasulullah SAW bersabda: "Akan datang kepada kalian Uwais bin Amir bersama rombongan penduduk Yaman, ia memiliki tanda putih di tubuhnya..." (HR. Muslim).

Beliau melanjutkan bahwa jika Uwais bersumpah atas nama Allah, maka Allah pasti akan mengabulkan apa yang menjadi sumpahnya tersebut.

Sifat zuhud Uwais tercermin saat ia menolak pemberian tunjangan dari Khalifah Umar, lebih memilih hidup dalam kesederhanaan sebagai penggembala.

Ia pernah berkata bahwa rasa takut kepada Allah dan mengingat kematian tidak menyisakan ruang bagi kesenangan dunia di dalam hatinya.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hadid ayat 20 mengenai hakikat dunia yang hanyalah kesenangan yang menipu bagi mereka yang lalai.

Uwais membuktikan bahwa kemuliaan seseorang tidak diukur dari pakaian yang dikenakan, melainkan dari ketakwaan yang tertanam kokoh di dalam jiwa.

Perjalanannya menggendong sang ibu dari Yaman ke Makkah untuk menunaikan ibadah haji menjadi bukti nyata pengabdian yang tiada tara.

Kisah hidupnya mengajarkan kita bahwa menjadi "asing" di dunia bukanlah masalah, asalkan kita menjadi sosok yang dirindukan oleh penduduk langit.

Semoga kita dapat meneladani kesederhanaan dan ketulusan Uwais Al-Qarni dalam beribadah serta berbakti kepada orang tua di era modern ini.