Ilustrasi Keadilan dalam Alquran (Foo: Tafsir Alquran)
Terasmuslim.com - Umar bin Abdul Aziz sering dijuluki sebagai Khulafaur Rasyidin kelima karena integritas dan keadilannya yang menyerupai kakek buyutnya, Umar bin Khattab.
Beliau memimpin umat dengan prinsip ketakwaan yang mendalam, mengubah kemewahan istana menjadi kesederhanaan yang menyentuh hati rakyat.
Sesaat setelah dilantik, beliau langsung mengembalikan harta-harta yang diperoleh secara tidak sah dari keluarga bangsawan ke kas negara.
Kepemimpinannya yang singkat, hanya sekitar dua tahun, mampu menghapus kemiskinan hingga sulit ditemukan orang yang berhak menerima zakat.
Allah SWT berfirman dalam Surah An-Nahl ayat 90 yang memerintahkan hamba-Nya untuk berlaku adil dan berbuat kebajikan kepada sesama.
Beliau meyakini bahwa jabatan adalah amanah berat yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah, bukan sarana untuk memperkaya diri.
Ketakutannya kepada hari akhir membuatnya sering menangis di tengah malam saat memikirkan urusan rakyat yang belum tertunaikan.
Rasulullah SAW bersabda: "Tujuh golongan yang akan dinaungi Allah, salah satunya adalah pemimpin yang adil." (HR. Bukhari dan Muslim).
Umar bin Abdul Aziz menghidupkan kembali musyawarah dan menghargai kritik dari para ulama demi menjaga kemurnian syariat Islam.
Beliau memerintahkan penghematan anggaran negara secara besar-besaran dan memulai perubahan dari gaya hidup keluarganya sendiri.
Dalam Al-Qur`an Surah Al-Ma`idah ayat 8, Allah mengingatkan agar kebencian terhadap suatu kaum tidak membuat kita berlaku tidak adil.
Zuhud adalah pakaian kesehariannya, bahkan beliau mematikan lampu fasilitas negara saat membicarakan urusan pribadi di rumahnya.
Keberhasilan beliau membuktikan bahwa jika pemimpin bertaqwa, maka keberkahan dari langit dan bumi akan dicurahkan bagi seluruh rakyat.
Dunia merindukan sosok pemimpin seperti beliau yang mengutamakan ridha Allah di atas segala kepentingan politik dan materi duniawi.
Kisah hidup Umar bin Abdul Aziz akan selalu menjadi mercusuar bagi setiap pemimpin yang mendambakan kebahagiaan sejati di akhirat kelak.