Ilustrasi foto Ibadah Haji
Terasmuslim.com - Ibadah haji yang kita laksanakan hari ini merupakan warisan agung dari perjalanan spiritual Nabi Ibrahim AS.
Setiap rukun dan manasik haji memiliki keterikatan sejarah yang sangat kuat dengan perjuangan beliau dan keluarganya.
Perjalanan ini dimulai saat Nabi Ibrahim diperintahkan Allah untuk menempatkan Siti Hajar dan Ismail di lembah gersang Makkah.
Peristiwa tersebut diabadikan dalam Surah Ibrahim ayat 37, menggambarkan doa beliau agar keturunannya mendirikan salat.
Syariat Sa`i antara Shafa dan Marwah adalah bentuk penghormatan atas kegigihan Siti Hajar mencari air demi kelangsungan hidup Ismail.
Air Zamzam yang muncul dari hentakan kaki Ismail menjadi mukjizat yang menandai awal mula peradaban di tanah suci.
Bertahun-tahun kemudian, Nabi Ibrahim mendapatkan perintah untuk membangun kembali Baitullah bersama putra tercintanya.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 127 mengenai momen saat keduanya meninggikan pondasi-pondasi Kabah.
Setelah Kabah berdiri tegak, Allah memerintahkan Nabi Ibrahim untuk menyeru seluruh umat manusia agar datang berhaji.
Suara beliau melintasi zaman, mengundang jutaan mukmin untuk memenuhi panggilan "Labbaikallah" hingga akhir masa.
Syariat melempar Jumrah bermuara dari perlawanan Nabi Ibrahim saat mengusir godaan setan yang mencoba membatalkan ketaatannya.
Wukuf di Arafah menjadi momen perenungan atas pertemuan kembali Nabi Ibrahim dengan visi ketuhanan yang murni.
Rasulullah SAW bersabda bahwa kita harus mengambil manasik haji kita dari teladan ketaatan keluarga Ibrahim.
Ibadah kurban yang dilakukan jamaah haji juga merupakan simbolisasi kepasrahan total Ibrahim saat diuji menyembelih putranya.
Kini, jutaan umat manusia berkumpul di Makkah untuk merawat tradisi tauhid yang telah dipancangkan oleh Sang Khalilullah.