• KEISLAMAN

Bukti Cinta Tertinggi, Menelusuri Jejak Pengorbanan Ibrahim dan Ismail

Yahya Sukamdani | Minggu, 10/05/2026
Bukti Cinta Tertinggi, Menelusuri Jejak Pengorbanan Ibrahim dan Ismail Ilustrasi foto Nabi Ibrahim yang diperintahkan oleh Allah SWT untuk menyembelih anaknya (Foto: Ist)

Terasmuslim.com - Sejarah ibadah kurban berakar dari kisah keteguhan iman Nabi Ibrahim AS dalam menghadapi ujian yang sangat berat.

Setelah sekian lama menanti kehadiran buah hati, Nabi Ibrahim akhirnya dikaruniai seorang putra bernama Ismail.

Namun, di tengah kebahagiaan tersebut, Allah SWT memberikan perintah melalui mimpi untuk menyembelih putra tercintanya.

Peristiwa besar ini diabadikan dalam Al-Qur`an Surah Ash-Shaffat ayat 102 yang menggambarkan dialog penuh ketulusan.

Nabi Ibrahim menyampaikan wahyu tersebut kepada Ismail dengan penuh kelembutan tanpa ada paksaan sedikit pun.

Dengan penuh ketakwaan, Ismail menjawab agar ayahnya segera melaksanakan apa yang telah diperintahkan oleh Allah SWT.

Jawaban Ismail mencerminkan kesabaran seorang anak yang rela mengorbankan nyawanya demi ketaatan kepada Sang Khalik.

Setan berusaha keras menggoda keduanya agar mengurungkan niat tersebut, namun mereka tetap teguh pada pendiriannya.

Saat pedang sudah diletakkan di leher, Nabi Ibrahim menunjukkan kepasrahan total sebagai hamba yang paling setia.

Seketika itu juga, Allah SWT menggantikan posisi Ismail dengan seekor domba besar yang dibawa dari surga.

Keajaiban ini adalah bentuk apresiasi Allah atas kelulusan Nabi Ibrahim dan Ismail dalam ujian iman yang nyata.

Allah berfirman bahwa yang sampai kepada-Nya bukanlah daging atau darah kurban, melainkan ketakwaan dari para hamba-Nya.

Rasulullah SAW bersabda bahwa kurban adalah sunnah dari bapak kita semua, yakni Nabi Ibrahim AS.

Kini, umat Islam di seluruh dunia memperingati peristiwa tersebut setiap tahun melalui perayaan Iduladha.

Kisah ini menjadi pengingat abadi bahwa cinta kepada Allah harus berada di atas segala kecintaan pada makhluk.

TERKINI