Ilustrasi foto teman bercanda
Terasmuslim.com - Lisan merupakan nikmat besar sekaligus ujian bagi setiap Muslim dalam menjalin hubungan pertemanan sehari-hari.
Seringkali kita terjebak dalam candaan yang tanpa sadar telah melampaui batas dan melukai perasaan sahabat.
Padahal, Islam sangat menekankan pentingnya menjaga kata-kata agar tetap membawa manfaat dan kesejukan bagi pendengarnya.
Allah SWT mengingatkan dalam Surah Qaf ayat 18 bahwa setiap ucapan manusia dicatat oleh malaikat yang sangat patuh.
Candaan yang mengandung dusta atau kebohongan hanya demi memancing tawa adalah hal yang dilarang keras.
Rasulullah SAW bersabda, celakalah bagi orang yang berbicara lalu berbohong agar orang lain tertawa karenanya.
Kita harus menghindari perilaku ghibah atau membicarakan aib teman di balik punggungnya meskipun dalam suasana santai.
Al-Qur`an menggambarkan perilaku menggunjing sebagai tindakan yang menjijikkan seperti memakan bangkai saudara sendiri yang telah mati.
Jangan pula menggunakan julukan yang buruk atau menghina fisik teman atas nama keakraban dalam pergaulan.
Surah Al-Hujurat ayat 11 dengan tegas melarang kita untuk saling mengolok-olok dan memanggil dengan gelar yang buruk.
Seorang Muslim yang baik adalah dia yang mampu menjamin keselamatan orang lain dari gangguan lisan dan tangannya.
Diam jauh lebih mulia daripada berbicara jika apa yang disampaikan hanya akan memicu perselisihan atau rasa sakit hati.
Rasulullah SAW memberikan jaminan sebuah rumah di pinggir surga bagi orang yang meninggalkan perdebatan meski ia benar.
Gunakanlah lisan untuk memberikan apresiasi, dukungan, dan doa yang tulus bagi kemajuan sahabat-sahabat kita.
Semoga Allah SWT senantiasa membimbing lisan kita agar selalu menjadi sumber kebaikan dan penguat ukhuwah islamiyah.