• SOSOK

Rabiah Al-Adawiyah, Sang Maestro Cinta Ilahi yang Mengetuk Pintu Langit

Yahya Sukamdani | Selasa, 12/05/2026
Rabiah Al-Adawiyah, Sang Maestro Cinta Ilahi yang Mengetuk Pintu Langit Ilustrasi foto wanita dalam ibadah

Terasmuslim.com - Rabi`ah Al-Adawiyah merupakan tokoh sufi wanita legendaris yang mengajarkan konsep Mahabbah atau cinta murni kepada Allah SWT.

Lahir dalam kemiskinan dan sempat menjadi budak, ia membuktikan bahwa penderitaan dunia justru menjadi tangga menuju kedekatan Illahi.

Kehidupannya diisi dengan salat malam yang panjang dan zikir yang tak terputus sebagai bentuk pengabdian total kepada Sang Pencipta.

Ia dikenal dengan prinsip zuhud yang ekstrem, melepaskan segala keterikatan duniawi agar hatinya hanya terisi oleh asma Allah.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Ma`idah ayat 54 tentang kaum yang dicintai Allah dan mereka pun mencintai-Nya dengan tulus.

Rabi`ah pernah berkata bahwa ia tidak menyembah Allah karena takut neraka atau mengharap surga, melainkan karena Allah layak untuk disembah.

Prinsip cinta tanpa pamrih ini menjadi oase di tengah kecenderungan manusia yang seringkali beribadah hanya demi kepentingan materi.

Rasulullah SAW bersabda dalam hadits qudsi: "Jika hamba-Ku mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta." (HR. Bukhari).

Doa-doanya yang puitis mencerminkan kerinduan mendalam seorang hamba yang telah fana di dalam kebesaran Tuhannya.

Setiap malam ia bermunajat, mengadukan segala rindu dan penyerahan dirinya kepada Allah di saat mata manusia lainnya terlelap.

Al-Qur`an dalam Surah Al-Baqarah ayat 165 menegaskan bahwa orang-orang yang beriman sangat besar cintanya kepada Allah SWT.

Keteguhan Rabi`ah dalam membujang adalah pilihan sadar agar ia bisa mencurahkan seluruh perhatiannya tanpa terbagi kepada selain Allah.

Banyak ulama besar pada zamannya datang untuk berguru dan terkesima oleh kedalaman hikmah yang keluar dari lisan sang ahli ibadah ini.

Kisah hidupnya menjadi bukti bahwa wanita memiliki kedudukan yang mulia dalam mencapai derajat kewalian melalui jalur ilmu dan amal.

Mari kita petik hikmah dari Rabi`ah untuk mencintai Allah di atas segalanya, agar hidup terasa damai dalam dekapan ridha-Nya.