Ilustrasi foto pusing karena riba
Terasmuslim.com - Riba kini telah menyusup ke dalam berbagai sendi kehidupan ekonomi masyarakat hingga sering kali dianggap sebagai hal yang lumrah.
Banyak orang terjebak dalam transaksi ribawi hanya demi mengejar gaya hidup mewah tanpa menyadari konsekuensi spiritual yang sangat fatal.
Padahal, Allah SWT telah menyatakan perang secara terbuka terhadap mereka yang tetap bersikeras memakan riba setelah sampai peringatan kepada mereka.
Dalam Al-Qur`an Surah Al-Baqarah ayat 275, Allah menegaskan bahwa Dia menghalalkan jual beli dan mengharamkan segala bentuk riba secara mutlak.
Pelaku riba digambarkan akan bangkit pada hari kiamat dalam keadaan sempoyongan seperti orang yang kemasukan setan lantaran tekanan gila.
Dosa ini bukan sekadar urusan duniawi, melainkan pelanggaran berat yang mampu menghapus keberkahan dari setiap harta yang kita kumpulkan.
Rasulullah SAW bahkan mengategorikan riba sebagai salah satu dari tujuh dosa besar yang membinasakan bagi setiap pemeluk agama Islam.
Satu dirham yang dimakan dari hasil riba secara sadar jauh lebih buruk dosanya daripada berzina sebanyak tiga puluh enam kali.
"Satu dirham riba yang dimakan oleh seseorang dalam keadaan dia tahu, lebih buruk daripada berzina tiga puluh enam kali." (HR. Ahmad)
Selain itu, Nabi Muhammad SAW melaknat semua pihak yang terlibat, mulai dari pemakan, pemberi, penulis, hingga saksi-saksi transaksi riba.
Kekejaman riba terletak pada sistemnya yang mencekik kaum lemah dan menumpuk kekayaan hanya pada segelintir orang secara tidak adil.
Secara makro, praktik ini menjadi pemicu utama ketimpangan ekonomi dan inflasi yang merusak tatanan kesejahteraan umat secara sistematis.
Umat Islam diperintahkan untuk segera bertaubat dan meninggalkan sisa-sisa riba jika benar-benar beriman kepada ketetapan Allah yang Maha Adil.
Mencari harta yang sedikit namun halal jauh lebih utama daripada bergelimang harta berlimpah namun didapatkan dari jalan yang dimurka-Nya.
Mari kita bersihkan aset dan transaksi keuangan kita dari unsur riba agar hidup senantiasa dinaungi keberkahan dan ketenangan yang hakiki.