• KEISLAMAN

Bahaya Mengungkit Pemberian Bisa Menghapus Pahala Sedekah

Yahya Sukamdani | Jum'at, 25/09/2026
Bahaya Mengungkit Pemberian Bisa Menghapus Pahala Sedekah Ilustrasi foto wanita membagikan sedekah

Terasmuslim.com - Sifat mengungkit pemberian merupakan perbuatan tercela yang sangat dilarang dalam ajaran Islam.

Setiap muslim hendaknya menjaga keikhlasan hati saat memberikan bantuan kepada sesama manusia.

Mengungkit kebaikan atau al-mannan dapat merusak pahala dari amalan sedekah yang telah dilakukan.

Allah SWT mengingatkan agar umat Islam tidak membatalkan pahala sedekah dengan menyebut-nyebutnya.

Allah SWT berfirman, "Janganlah kamu merusak sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti perasaan penerima." (QS. Al-Baqarah: 264).

Perbuatan menyakiti hati penerima bantuan menunjukkan kurangnya rasa ketulusan dalam beramal shaleh.

Pemberian yang disertai rasa ikhlas jauh lebih mulia di hadapan Sang Pencipta.

Islam mengajarkan bahwa perkataan yang baik dan maaf lebih utama daripada sedekah yang diiringi gangguan.

Allah SWT berfirman, "Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik daripada sedekah yang diiringi tindakan menyakiti." (QS. Al-Baqarah: 263).

Orang yang suka mengungkit pemberian juga mendapat ancaman serius pada hari kiamat kelak.

Rasulullah SAW menegaskan bahwa pelaku al-mannan termasuk golongan yang tidak akan diajak bicara oleh Allah.

Rasulullah SAW bersabda, "Tiga golongan yang tidak akan diajak bicara oleh Allah pada hari kiamat: orang yang mengungkit pemberian, orang yang menjulurkan pakaiannya, dan orang yang menjual barangnya dengan sumpah palsu." (HR. Muslim no. 106).

Ancaman ini menjadi peringatan keras bagi setiap mukmin agar senantiasa membersihkan niat dalam bersedekah.

Harta yang kita infakkan sejatinya adalah titipan Allah yang harus disalurkan dengan penuh kerendahan hati.

Menjauhi sifat mengungkit kebaikan akan menjaga kesucian jiwa serta melipatgandakan keberkahan hidup kita.