• KEISLAMAN

Panduan Adab Buang Hajat Sesuai Sunnah Rasulullah

Yahya Sukamdani | Jum'at, 25/09/2026
Panduan Adab Buang Hajat Sesuai Sunnah Rasulullah Ilustrasi foto adab ke toilet

Terasmuslim.com - Islam mengajarkan adab bersuci dan buang hajat secara detail demi menjaga kebersihan.

Umat Islam dianjurkan membaca doa sebelum memasuki kamar mandi dengan mendahulukan kaki kiri.

Rasulullah SAW selalu membaca doa perlindungan dari godaan syaitan jantan dan betina sebelum masuk WC.

Dalam sebuah hadits disebutkan, "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari godaan syaitan jantan dan syaitan betina." (HR. Bukhari no. 142).

Saat buang hajat, seorang muslim dilarang keras menghadap atau membelakangi kiblat jika berada di tempat terbuka.

Rasulullah SAW bersabda, "Janganlah kalian menghadap kiblat dan jangan pula membelakanginya ketika buang air besar atau kecil." (HR. Bukhari no. 394).

Seorang muslim juga dianjurkan untuk buang air dalam keadaan duduk demi menjaga kebersihan dari percikan najis.

Tidak berbicara atau menyebut nama Allah SWT di dalam kamar mandi merupakan bagian dari etika bersuci.

Menjaga privasi dengan mencari tempat yang tertutup dan jauh dari pandangan orang lain sangat ditekankan.

Membersihkan diri atau beristinja wajib menggunakan tangan kiri dan air bersih sampai benar-benar suci.

Allah SWT menyukai hamba-Nya yang senantiasa menjaga kebersihan dan mensucikan diri dari segala najis.

Allah SWT berfirman, "Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan Allah menyukai orang-orang yang bersih." (QS. At-Taubah: 108).

Menjauhi buang hajat di tempat umum seperti jalanan, tempat berteduh, atau sumber air sangat dianjurkan.

Keluar dari kamar mandi hendaknya mendahulukan kaki kanan sambil membaca doa permohonan ampunan kepada Allah SWT.

Penerapan adab bersuci ini mencerminkan tingginya nilai kebersihan dan kemuliaan akhlak seorang muslim.