Ilustrasi foto perjalanan hijrah
Terasmuslim.com - Rasulullah SAW dan Abu Bakar RA kemudian bersembunyi selama tiga hari di Gua Tsur untuk menghindari kejaran pasukan Quraisy.
Peristiwa menegangkan di Gua Tsur tersebut diabadikan Allah SWT dalam Surah At-Taubah ayat 40: “Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Makkah) mengeluarkannya (dari Makkah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya: `Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita`.”
Keberadaan penunjuk jalan non-Muslim yang profesional, Abdullah bin Uraiqit, menjadi bukti pemanfaatan keahlian dalam strategi dakwah.
Aisyah RA meriwayatkan dalam hadis Bukhari bahwa Abu Bakar menangis bukan karena takut akan dirinya, melainkan mengkhawatirkan keselamatan Rasulullah SAW.
Setelah situasi aman, perjalanan dilanjutkan melalui jalur pantai yang tidak biasa hingga sampai di pinggiran Madinah, yaitu Quba.
Di Quba, Rasulullah SAW membangun masjid pertama dalam sejarah Islam sebagai simbol persatuan dan ketakwaan.
Kedatangan rombongan Rasulullah SAW di Yatsrib disambut dengan suka cita dan lantunan nasyid kegembiraan oleh kaum Anshar.
Masyarakat Madinah menyambut beliau dengan kelapangan dada dan berebut untuk memberikan tempat tinggal terbaik bagi sang Nabi.
Peristiwa ini menandai berakhirnya penderitaan fase Makkah dan dimulainya fajar baru pembentukan masyarakat Islam yang berdaulat.
Atas dasar pentingnya peristiwa ini, Umar bin Khattab RA menetapkan momen Hijrah sebagai permulaan kalender Hijriah.
Peristiwa Hijrah mengajarkan umat Islam pentingnya memadukan ikhtiar strategi yang maksimal dengan tawakal yang bulat kepada Allah SWT.