• KEISLAMAN

Jejak Pembangunan Masjid Nabawi dan Simbol Peradaban Islam

Yahya Sukamdani | Minggu, 13/09/2026
Jejak Pembangunan Masjid Nabawi dan Simbol Peradaban Islam Ilustrasi foto Masjid Nabawi

Terasmuslim.com - Peristiwa Hijrah Rasulullah SAW ke Madinah menjadi tonggak awal peradaban Islam yang ditandai dengan pendirian tempat ibadah utama umat Muslim.

Langkah paling utama yang dilakukan Nabi Muhammad SAW setibanya di Yathrib adalah membebaskan lahan milik dua anak yatim untuk membangun pusat dakwah.

Pembangunan tempat suci ini berdiri di atas landasan ketakwaan sebagaimana difirmankan Allah SWT dalam QS. At-Taubah ayat 108, "Sungguh, masjid yang didirikan atas dasar takwa sejak hari pertama adalah lebih berhak engkau laksanakan shalat di dalamnya."

Rasulullah SAW ikut serta secara langsung mengangkut batu bata dan tanah liat bersama para sahabat Ansar serta Muhajirin.

Semangat gotong royong para sahabat terpancar dari niat murni mencari ridha Allah SWT tanpa mengharapkan balasan duniawi.

Struktur awal bangunan tersebut sangat sederhana dengan dinding berbata lumpur, tiang dari batang kurma, serta atap pelepah daun.

Luas bangunan awal hanya sekitar 35 x 30 meter, namun tempat ini mampu memancarkan energi peradaban yang mengubah peta sejarah dunia.

Semangat berkontribusi dalam fisik tempat ibadah ini selaras dengan sabda Rasulullah SAW dalam HR. Al-Bukhari dan Muslim, "Barangsiapa membangun masjid karena Allah, maka Allah akan membangunkan baginya rumah di surga."

Fungsi bangunan ini tidak sekadar untuk pelaksanaan ibadah ritual, melainkan berkembang menjadi pusat pemerintahan, ruang musyawarah, dan markas sosial umat.

Di dalam kompleks tersebut juga terdapat Suffah, yakni tempat tinggal dan pusat pendidikan bagi para sahabat yang menuntut ilmu agama.

Keutamaan beribadah di tempat ini sangat agung sebagaimana dinyatakan dalam HR. Al-Bukhari dan Muslim, "Shalat di masjidku ini lebih utama dari 1.000 shalat di masjid selainnya, kecuali Masjidil Haram."

Area di antara rumah Nabi SAW dan mimbarnya juga ditetapkan sebagai Raudhah, yakni taman dari taman-taman surga berdasarkan hadits shahih.

Seiring bertambah pesatnya jumlah pemeluk agama Islam, area bangunan terus mengalami perluasan sejak zaman para Khulafaur Rasyidin.

Pembangunan fisik dan pemakmuran spiritual ini mencerminkan firman Allah SWT dalam QS. At-Taubah ayat 18 tentang kriteria orang yang memakmurkan masjid-masjid Allah.

Kini kompleks suci ini berdiri megah sebagai saksi sejarah perjuangan dakwah Nabi SAW yang melintasi berbagai zaman dan generasi.