• KEISLAMAN

Strategi Perjuangan Dakwah Rasulullah Dari Sirriyah Hingga Jahriyah

Yahya Sukamdani | Minggu, 13/09/2026
Strategi Perjuangan Dakwah Rasulullah Dari Sirriyah Hingga Jahriyah Ilustrasi Berdakwah (foto:quora)

Terasmuslim.com - Setelah menerima amanah kenabian, Rasulullah SAW memulai langkah dakwah secara sembunyi-sembunyi (sirriyah) untuk membangun fondasi keimanan.

Fase dakwah secara rahasia ini berlangsung selama tiga tahun guna melindungi keselamatan para pengikut awal dari kepungan kafir Quraisy.

Rumah Al-Arqam bin Abi Al-Arqam dijadikan sebagai pusat pembinaan akidah dan tempat berkumpulnya para pemeluk Islam pertama (Assabiqunal Awwalun).

Metode pembinaan yang fokus pada penguatan tauhid ini berhasil membentuk pribadi-pribadi tangguh yang siap menghadapi ujian berat.

Setelah fondasi keimanan para sahabat kokoh, Allah SWT memerintahkan Rasulullah SAW untuk beralih ke fase dakwah secara terang-terangan (jahriyah).

Perintah dakwah secara terbuka ini ditegaskan Allah SWT dalam Surah Al-Hijr ayat 94: “Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik.”

Rasulullah SAW kemudian mengumpulkan seluruh elemen masyarakat Makkah di bukit Shafa untuk memproklamasikan ajaran tauhid.

Seruan terbuka tersebut memicu penolakan keras dari para pemuka Quraisy yang merasa terancam oleh ajaran kesetaraan dalam Islam.

Imam Bukhari meriwayatkan respons negatif Abu Lahab saat mendengar dakwah di Bukit Shafa: “Celakalah engkau wahai Muhammad untuk selamanya! Apakah hanya untuk ini engkau mengumpulkan kami?”

Penolakan dari kaum kafir Quraisy tidak melunturkan semangat Rasulullah SAW dan para sahabat dalam menyebarkan ajaran kebenaran.

Strategi dakwah bertahap ini mengajarkan pentingnya perhitungan matang, ketabahan, dan perencanaan yang sistematis dalam perjuangan.

Rasulullah SAW juga diperintahkan untuk memulai seruan dari lingkup keluarga terdekat sebagaimana tercantum dalam Surah Asy-Syu`ara ayat 214: “Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat.”

Perubahan dari fase sirriyah ke jahriyah menunjukkan keterbukaan Islam dalam menyampaikan kebenaran kepada seluruh lapisan masyarakat.

Meskipun menghadapi intimidasi, boikot, dan penyiksaan, dakwah Islam terus berkembang karena berpijak pada nilai-nilai keadilan.

Pola dakwah Rasulullah SAW ini menjadi panduan universal bagi umat Islam dalam menyampaikan kebaikan dengan hikmah dan strategi yang tepat.