• KISAH

Kisah Menakjubkan dari Thaif, Ketabahan Dakwah Nabi

Yahya Sukamdani | Kamis, 10/09/2026
Kisah Menakjubkan dari Thaif, Ketabahan Dakwah Nabi Ilustrasi Thaif

Terasmuslim.com - Kisah perjalanan Rasulullah SAW ke Kota Thaif merupakan salah satu peristiwa paling mengharukan dalam sejarah Islam.

Nabi Muhammad SAW pergi ke Thaif untuk mencari perlindungan dan dukungan dakwah setelah wafatnya Khadijah dan Abu Thalib.

Bukannya sambutan hangat yang diterima, beliau justru mendapat penolakan keras dan perlakuan kasar dari penduduk setempat.

Masyarakat Thaif melempari Rasulullah SAW dengan batu hingga tubuh beliau terluka dan berdarah.

Meski mengalami penderitaan fisik dan batin yang berat, beliau tidak menyimpan rasa dendam sedikit pun kepada mereka.

Malaikat penjaga gunung bahkan menawarkan diri untuk menghimpitkan Gunung Akhsyabain kepada penduduk Thaif yang zalim tersebut.

Namun, Rasulullah SAW menolak tawaran tersebut dan justru memohonkan hidayah serta kebaikan bagi generasi penerus mereka.

Sikap pemaaf dan kelembutan hati beliau menjadi bukti nyata keteladanan akhlak seorang utusan Allah Ta`ala.

Allah SWT mengabadikan sifat kasih sayang Nabi SAW ini dalam Surah At-Taubah ayat 128 yang menyentuh hati.

Ayat tersebut menegaskan, "Sungguh, telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasih lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin."

Dalam sebuah hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Nabi SAW berdoa agar Allah melahirkan keturunan yang menyembah-Nya dari kaum tersebut.

Sikap penuh kesabaran ini membuahkan hasil manis ketika di kemudian hari penduduk Thaif berbondong-bondong memeluk agama Islam.

Peristiwa Thaif mengajarkan pentingnya keteguhan hati dan sifat pemaaf dalam menyampaikan risalah kebaikan.

Ujian berat dalam perjuangan dakwah hendaknya dihadapi dengan doa dan harapan akan pertolongan Allah SWT.

Semoga kita dapat meneladani akhlak mulia dan ketabahan Rasulullah SAW dalam menghadapi setiap ujian kehidupan.