Ilustrasi foto membayangkan kekayaan duniawi
Terasmuslim.com - Tidak semua kelimpahan rezeki dan kemudahan hidup yang kita nikmati merupakan tanda kasih sayang Allah SWT.
Dalam ajaran Islam, kondisi ketika seseorang terus diberi nikmat padahal ia tenggelam dalam maksiat dikenal dengan istilah istidraj.
Fenomena ini menjadi salah satu strategi paling halus dari setan untuk membuai manusia agar semakin jauh dari jalan kebenaran.
Allah SWT telah memperingatkan bahaya perangkap kenikmatan ini secara tegas dalam Al-Qur`an Surah Al-An`am ayat 44.
Dalam ayat tersebut Allah berfirman: "Maka ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan pintu-pintu kesenangan untuk segala sesuatu." (QS. Al-An`am: 44).
Pintu rezeki dan kenikmatan duniawi dibuka selebar-lebarnya bukan sebagai bentuk kemuliaan, melainkan sebagai bentuk pembiaran sebelum azab yang mengejutkan datang.
Rasulullah SAW juga menjelaskan fenomena istidraj ini secara lugas dalam sebuah hadist riwayat Imam Ahmad.
Beliau bersabda: "Apabila engkau melihat Allah memberikan kepada seorang hamba kenikmatan dunia yang disukainya padahal dia terus bermaksiat, maka sesungguhnya itu adalah istidraj." (HR. Ahmad).
Perangkap setan ini bekerja dengan merusak sudut pandang manusia, membuat dosa terasa biasa karena pelaku tidak langsung dihukum penderitaan.
Hati yang tertutup oleh gemerlap kemewahan akhirnya memunculkan kesombongan serta rasa aman yang palsu dari ancaman murka Allah SWT.
Padahal, kenikmatan tanpa ketaatan ibarat racun manis yang pelan-pelan mematikan kepekaan iman dan spritualitas seseorang.
Oleh karena itu, setiap Muslim diajarkan untuk senantiasa melakukan muhasabah dan evaluasi diri terhadap setiap rezeki yang diterima.
Ciri utama nikmat yang membawa keberkahan adalah ketika nikmat tersebut mendorong pemiliknya untuk semakin taat dan beribadah.
Sebaliknya, jika limpahan harta dan jabatan justru menjauhkan kita dari ibadah, maka kewaspadaan tinggi harus segera dipasang.
Mari kita senantiasa memohon perlindungan kepada Allah SWT agar terhindar dari muslihat istidraj dan dijaga menjadi hamba yang pandai bersyukur.