Ilustrasi foto bersiwak
Terasmuslim.com - Siwak merupakan kayu dari pohon Salvadora persica yang telah ribuan tahun digunakan sebagai pembersih gigi alami dalam tradisi Islam.
Penggunaan siwak memiliki kedudukan spiritual yang sangat tinggi karena menjadi salah satu sunnah yang amat dianjurkan oleh Rasulullah SAW.
Rasulullah SAW bersabda: "Siwak itu membersihkan mulut dan mendatangkan ridha dari Rabb (Allah)" (HR. An-Nasa`i no. 5).
Bahkan, keutamaan bersiwak ditekankan kembali dalam hadits lain: "Seandainya tidak memberatkan umatku, niscaya aku perintahkan mereka bersiwak setiap kali akan shalat" (HR. Bukhari no. 887).
Islam senantiasa mengaitkan kebersihan fisik dengan kesucian ibadah sebagaimana firman Allah SWT: "Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri" (QS. Al-Baqarah: 222).
Sebelum menggunakan siwak, pilihlah kayu yang lembut, tidak terlalu kering, serta tidak terlalu basah agar tidak melukai gusi.
Kupaslah kulit luar batang siwak sepanjang kurang lebih satu hingga dua sentimeter pada salah satu ujungnya.
Kunyah ujung siwak yang telah dikupas secara perlahan hingga serabut kayu menjadi lunak dan berbentuk menyerupai bulu sikat gigi.
Basahi sedikit ujung siwak tersebut dengan air bersih agar tekstur serabutnya menjadi lebih nyaman saat digosokkan ke gigi.
Peganglah batang siwak dengan posisi ibu jari dan kelingking di bagian bawah, sementara tiga jari lainnya berada di bagian atas.
Mulailah menggosok gigi dari bagian kanan terlebih dahulu sebagai bentuk pengamalan sunnah mendahulukan anggota tubuh sebelah kanan.
Gosoklah permukaan gigi secara perlahan dengan gerakan mendatar berbentuk angka delapan atau gerakan melingkar yang lembut.
Pastikan proses menggosok gigi mencakup bagian depan, belakang, serta sela-sela gigi tanpa menekan terlalu keras ke arah gusi.
Secara medis, siwak terbukti mengandung zat aktif alami seperti klorida, fluorida, dan antibakteri yang efektif mencegah karies serta merawat kesehatan gusi.
Rutin bersiwak sebelum wudhu, shalat, membaca Al-Qur`an, maupun bangun tidur tidak hanya menjaga kesegaran mulut tetapi juga bernilai pahala berlimpah di sisi Allah SWT.
Seberapa sering Anda menyempatkan diri untuk bersiwak dalam rutinitas ibadah sehari-hari?